• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Kapolda Jabar Turun Tangan, Aksi Anarkis Kelompok Hitam Ganggu Keamanan Bandung

    02/05/26, 16:03 WIB Last Updated 2026-05-02T09:03:58Z

    Foto: Situasi keamanan di Kota Bandung pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026 diwarnai insiden kericuhan yang melibatkan sekelompok orang tak dikenal berpakaian serba hitam (Dok-Istimewa).





    ‎JAGUARNEWS77.com // Bandung — Situasi keamanan di Kota Bandung pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026 diwarnai insiden kericuhan yang melibatkan sekelompok orang tak dikenal berpakaian serba hitam.

    Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah daerah turun langsung mengendalikan situasi setelah aksi tersebut berujung pada perusakan fasilitas umum hingga pembakaran, Jumat (1/5/2026) petang.

    Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan memimpin langsung pengamanan di lapangan. Ia menegaskan bahwa tidak terdapat agenda aksi unjuk rasa dari kelompok buruh di wilayah Bandung maupun Jawa Barat pada hari itu.

    Menurutnya, kegiatan penyampaian aspirasi yang berlangsung sebelumnya hanya dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat dan kawasan Jatinangor, yang telah berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi kondusif.

    ‎Namun demikian, situasi berubah menjelang petang ketika muncul kelompok berpakaian hitam dengan penutup wajah.

    Aparat mencatat, kelompok tersebut membawa benda berbahaya seperti bom molotov serta melakukan aksi vandalisme dan pembakaran.

    “Awalnya hanya merusak banner, tetapi kemudian berkembang menjadi perusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik Pemprov Jabar dan Kota Bandung, hingga pos polisi di Tamansari dan videotron,” ujar Rudi dalam keterangannya.

    Tidak hanya merusak fasilitas publik, kelompok tersebut juga dilaporkan melakukan aksi sweeping terhadap pengguna jalan, yang dinilai menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

    Aparat menilai tindakan tersebut telah masuk dalam kategori kriminal karena membahayakan keselamatan publik.

    “Kami bersama Pemda dan Kodam III/Siliwangi hadir untuk memastikan keamanan masyarakat. 

    Tindakan mereka jelas melanggar hukum dan akan ditindak tegas,” tegasnya.


    Rudi menambahkan, petugas telah berupaya mengimbau kelompok tersebut untuk membubarkan diri sesuai prosedur operasional standar (SOP).

    Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan dan aksi perusakan terus berlanjut, sehingga aparat mengambil langkah pengamanan lebih lanjut.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa sejumlah orang telah diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam aksi perusakan tersebut.

    Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci jumlah pasti pelaku yang ditangkap.

    “Yang jelas, tindakan ini merupakan tindak pidana dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

    Kami juga terus melakukan penjagaan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

    Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di momentum yang umumnya diisi dengan kegiatan damai oleh kalangan buruh.

    Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari lokasi kerumunan yang berpotensi rawan, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan situasi kepada pihak berwenang.

    Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas maupun motif kelompok berpakaian hitam tersebut.

    Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap latar belakang aksi dan kemungkinan adanya pihak yang mengorganisasi kegiatan tersebut.



    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini