JAGUARNEWS77.com // Jakarta – Polda Metro Jaya menurunkan sejumlah polisi wanita (Polwan) dalam memberikan pelayanan pada aksi penyampaian pendapat yang digelar Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia di depan Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengamanan berbasis pendekatan humanis guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengesampingkan hak-hak publik.
Sekitar 200 peserta aksi tercatat hadir dalam kegiatan tersebut.
Untuk mendukung kelancaran jalannya aksi, aparat kepolisian menerjunkan sebanyak 252 personel gabungan yang terdiri dari jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan.
Personel ditempatkan secara proporsional di sejumlah titik strategis, baik di area aksi maupun di jalur-jalur penyangga.
Selain fokus pada pengamanan, petugas di lapangan juga melakukan pengaturan arus lalu lintas secara situasional.
Rekayasa lalu lintas dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika pergerakan massa guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi.
Upaya ini ditujukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa keterlibatan Polwan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dalam setiap pengamanan aksi unjuk rasa.
“Kami hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan secara humanis agar kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, kehadiran Polwan di tengah massa aksi diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih sejuk, komunikatif, dan persuasif.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun interaksi yang lebih baik antara aparat keamanan dan peserta aksi, sehingga potensi gesekan dapat diminimalisir.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya tetap menegaskan komitmennya untuk menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Namun demikian, seluruh peserta aksi diimbau untuk tetap mematuhi ketentuan yang berlaku serta menjaga ketertiban umum.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.
Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan 110,” tambahnya.
Pengamanan dengan pendekatan humanis ini menjadi salah satu upaya Polri dalam menjaga keseimbangan antara penegakan hukum, perlindungan hak demokratis warga, serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah ibu kota.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan