JAGUARNEWS77.com // Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses penerimaan calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026.
Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan pengarahan yang dipimpin Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri, Irjen Pol. Anwar, melalui Zoom Meeting pada Senin (6/4/2026) pukul 11.00 WIB.
Dalam arahannya, As SDM Kapolri menekankan bahwa rekrutmen Akpol bukan sekadar proses seleksi administratif, melainkan bagian dari strategi besar membangun institusi Polri yang profesional, berintegritas, serta dipercaya masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh panitia seleksi diminta untuk berpegang teguh pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada celah sedikit pun bagi praktik percaloan maupun penggunaan joki dalam setiap tahapan seleksi.
Menurutnya, integritas proses rekrutmen menjadi kunci utama dalam mencetak calon perwira Polri yang berkualitas.
Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Muh. Dwita Kumu Wardana, turut menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengawal seluruh rangkaian seleksi secara objektif dan profesional.
Ia memastikan bahwa seluruh proses penerimaan Akpol 2026 dilaksanakan sesuai prinsip yang telah ditetapkan.
“Kami pastikan proses rekrutmen Akpol 2026 dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
Tidak dipungut biaya dan tidak ada ruang bagi calo maupun joki,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tahun ini penerimaan Akpol hanya dibuka melalui satu jalur, yaitu jalur reguler.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.
“Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Kami mengimbau masyarakat agar tidak percaya kepada pihak-pihak yang mengaku bisa meluluskan peserta, karena seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Adapun rangkaian seleksi Akpol Tahun Anggaran 2026 telah dimulai sejak 9 hingga 30 Maret 2026 melalui tahap pendaftaran online dan verifikasi.
Selanjutnya, pada 31 Maret dilaksanakan penandatanganan pakta integritas, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi awal (rikmin awal) pada 31 Maret hingga 4 April.
Tahapan berikutnya meliputi pemeriksaan kesehatan tahap I (rikkes I) yang dijadwalkan pada 7 hingga 11 April.
Setelah itu, peserta akan mengikuti tes psikologi berbasis komputer (CAT Psikologi) pada 23 hingga 25 April.
Memasuki bulan Mei, seleksi berlanjut dengan sejumlah tahapan penting, yakni CAT Akademik, uji kemampuan komputer, pengisian Inventory PMK, serta CAT AMI yang dilaksanakan pada 6 hingga 7 Mei dan 9 hingga 11 Mei.
Kemudian, peserta dijadwalkan mengikuti uji elektrokardiogram (EKG) pada 17 hingga 19 Mei, serta uji kesamaptaan jasmani (UKJ) dan antropometri pada 21 hingga 24 Mei.
Proses seleksi kemudian berlanjut ke tahap sidang menuju rikkes II pada 4 Juni, diikuti pemeriksaan kesehatan tahap II pada 5 hingga 6 Juni.
Setelah itu, peserta akan menjalani tes PMK dan psikologi tahap II pada 13 hingga 15 Juni, serta pemeriksaan administrasi akhir (rikmin akhir) pada 16 hingga 17 Juni.
Tahapan di tingkat Panitia Daerah (Panda) akan ditutup dengan sidang akhir pada 26 Juni 2026.
Bagi peserta yang lolos, seleksi akan berlanjut ke tingkat Panitia Pusat (Panpus) yang dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 27 Juli 2026.
Dengan rangkaian seleksi yang panjang dan ketat tersebut, jalur Akpol menjadi salah satu proses rekrutmen paling komprehensif di lingkungan Polri.
Polda Metro Jaya berharap seluruh tahapan dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan calon perwira yang tidak hanya unggul secara akademik dan fisik, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan dedikasi terhadap pengabdian kepada masyarakat.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan