JAGUARNEWS77.com // BANDUNG, JAWA BARAT — Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat sinergisitas seluruh elemen bangsa dalam menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri sekaligus membuka Opening Ceremony Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Hotel Sutan Raja Soreang, Sabtu (25/4/2026).
Dalam sambutannya, Sigit menyoroti perkembangan teknologi yang di satu sisi membawa kemajuan, namun di sisi lain juga membuka celah bagi berbagai bentuk kejahatan baru.
Ia menyebut maraknya penyebaran misinformasi, kejahatan siber (cyber crime), peredaran narkoba, hingga kejahatan seksual sebagai ancaman nyata yang harus dihadapi secara kolektif.
“Perkembangan teknologi saat ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, mulai dari penyebaran informasi menyesatkan hingga berbagai tindak kriminal yang merugikan masyarakat,” ujar Sigit.
Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas tersebut.
Dibutuhkan kolaborasi erat dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Pemuda Persatuan Islam.
Ia berharap PERSIS, dengan kekuatan kader yang dimiliki, dapat menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus mencegah potensi konflik dan disinformasi di tengah masyarakat.
“Polri menyadari tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk PERSIS, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sigit menekankan bahwa
hubungan antara Polri dan PERSIS harus terus diperkuat melalui kolaborasi yang dilandasi semangat persahabatan dan kekeluargaan.
Ia optimistis, dengan soliditas tersebut, berbagai tantangan bangsa dapat dihadapi secara bersama-sama.
Di sisi lain, Kapolri juga menyinggung dinamika global yang saat ini masih diliputi ketidakpastian. Kondisi tersebut, menurutnya, turut berdampak pada stabilitas nasional dan menuntut kesiapan seluruh elemen bangsa untuk beradaptasi.
Sigit mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto terus mengupayakan berbagai program strategis guna memperkuat ketahanan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan luas dari masyarakat.
“Ini menjadi tantangan bersama, khususnya bagi generasi muda, untuk tetap eksis, berkontribusi, dan memiliki semangat dalam menjaga bangsa di tengah situasi global yang dinamis,” kata Sigit.
Dalam konteks historis, ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia pernah menghadapi tantangan besar saat masa perjuangan kemerdekaan.
Kala itu, semangat persatuan dan kesatuan menjadi kunci utama dalam mengusir penjajahan.
Nilai tersebut, menurut Sigit, tetap relevan hingga saat ini sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan modern.
Ia meyakini bahwa dengan menjaga persatuan di tengah keberagaman, Indonesia mampu melewati berbagai dinamika global maupun ancaman domestik.
“Jika kita memiliki semangat yang sama dan menjaga persatuan dalam perbedaan, itu adalah kekuatan besar bangsa Indonesia untuk menghadapi setiap tantangan,” tutupnya.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan