JAGUARNEWS77.com // JAKARTA TIMUR – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperkuat promosi wisata berbasis sejarah dan spiritual di wilayah DKI Jakarta.
Program yang diinisiasi oleh Suku Dinas
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Timur tersebut diikuti sebanyak 50 peserta.
Mereka terdiri atas anggota Tim Penggerak PKK Jakarta Timur serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.
Para peserta akan mengikuti rangkaian kunjungan edukatif ke sejumlah situs religi bersejarah di ibu kota.
Dalam agenda tersebut, peserta dijadwalkan mengunjungi Masjid Tjia Kang Hoo, Masjid Agung At-Tin, Museum Bait Al-Qur'an, Masjid Istiqlal, serta melakukan ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta.
Seluruh lokasi tersebut dikenal memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, sekaligus menjadi bagian dari identitas keagamaan dan kebudayaan masyarakat Jakarta.
Dalam sambutannya, Munjirin menegaskan bahwa pengenalan destinasi wisata religi bukan sekadar kegiatan kunjungan biasa, melainkan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap warisan sejarah dan nilai-nilai spiritual yang hidup di tengah perkembangan kota metropolitan.
“Saya ingin para peserta dapat mengenal lebih dekat destinasi wisata religi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Munjirin di hadapan peserta.
Ia menambahkan, wisata religi memiliki dimensi edukatif yang tidak kalah penting dibandingkan wisata hiburan.
Menurutnya, situs-situs tersebut menyimpan narasi sejarah tentang tokoh, peradaban, serta dinamika sosial yang membentuk Jakarta hingga hari ini.
Lebih jauh, Munjirin berharap para peserta tidak berhenti pada pengalaman pribadi semata.
Ia mendorong agar mereka berperan sebagai agen informasi di lingkungan masing-masing, khususnya dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga dan merawat warisan sejarah.
“Saya berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman, apresiasi, serta minat masyarakat terhadap wisata religi sebagai bagian dari kekayaan destinasi pariwisata yang edukatif dan bernilai,” tegasnya.
Di sisi lain, kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang inklusif.
Wisata religi dinilai memiliki potensi besar untuk menarik kunjungan domestik, terutama dari kalangan pelajar dan komunitas keagamaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar kawasan destinasi.
Meski demikian, sejumlah pengamat pariwisata menilai bahwa promosi wisata religi perlu diimbangi dengan pengelolaan yang profesional, peningkatan fasilitas pendukung, serta penyediaan narasi sejarah yang akurat dan terdokumentasi dengan baik.
Tanpa penguatan aspek tersebut, wisata religi berpotensi hanya menjadi kunjungan seremonial tanpa dampak jangka panjang bagi pengembangan literasi sejarah masyarakat.
Dengan pelepasan kegiatan ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur menunjukkan komitmennya dalam memperluas spektrum promosi pariwisata, tidak hanya bertumpu pada destinasi modern, tetapi juga pada situs-situs religi yang sarat makna historis dan spiritual.
Keberlanjutan program serupa di masa mendatang akan menjadi indikator sejauh mana wisata religi benar-benar mampu menjadi pilar edukasi dan penguatan identitas budaya di tengah dinamika kota besar seperti Jakarta.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan
› Jakarta
› Religi
Wali Kota Jaktim Lepas 50 Peserta Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026, Dorong Penguatan Nilai Sejarah dan Spiritual
Wali Kota Jaktim Lepas 50 Peserta Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026, Dorong Penguatan Nilai Sejarah dan Spiritual
BERITA NUSANTARA and 4 more
03/03/26, 19:22 WIB
Last Updated
2026-03-03T12:22:26Z
Foto: Munjirin resmi melepas peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur. (Dok-Istimewa)
Komentar