JAGUARNEWS77.com // Lebak, Banten - Tujuh titik jalan di perkotaan Rangkasbitung telah selesai diperbaiki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dibawah kepemimpinan Bupati Mochamad Hasbi Asyidikii Jayabaya, S.H yang notabenenya baru menjabat beberapa bulan.
Gebrakan Bupati yang baru menjabat beberapa bulan ini tak main-main, demi meningkatkan perekonomian masyarakat dengan kondisi jalan yang bagus, perbaikan jalan-jalan utama di kota Rangkasbitung sebanyak Tujuh titik langsung dilakukan, langsung dipantau dan selesai dengan cepat dan baik.
Tujuh titik jalan itu antara lain Jalan Siliwangi sepanjang 4,7 kilometer dan ruas jalan Ir Djuanda 1,8 kilometer, Jalan Langlang Buana 145 meter, Sunan Giri 600 meter, Abidin 1 kilometer, Ampera 300 meter, dan Syekh Nawawi 1 kilometer. Dalam perbaikan jalan ini demi mendapatkan kualitas yang terbaik untuk masyarakatnya, Bupati sering turun langsung meninjau dan mengawasi.
Dengan selesainya perbaikan jalan di tujuh titik utama di kota Rangkasbitung ini, masyarakat merasa Lega dan bersyukur serta mengucapkan terimakasih kepada Bupati Lebak Hasbi Jayabaya, S.H
"Kami selaku warga masyarakat Kabupaten Lebak, khususnya kota Rangkasbitung sangat Lega dan sangat terbantu sekali dengan kondisi jalan yang saat ini sudah mulus , dengan demikian pastinya pergerakan kami dalam mencari nafkah dan beraktifitas lainnya juga tidak tersendat akibat jalan yang kurang bagus , kami mengucapkan penghargaan yang setinggi tingginya dan ucapan terimakasih kami kepada bapak Bupati Lebak , semoga Lebak semakin ruhaiii" ucap Maya warga Jaura.
Bupati Lebak Sebut Jalan Desa Juga Jadi Prioritas Utamanya
Pentingnya peran kepala desa dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat, ditegaskan oleh Bupati Lebak Hasbi Jayabaya, S.H
“Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa harus berkolaborasi membangun jalan desa. Jalan yang dekat dengan lokasi panen, fasilitas pendidikan, dan fasilitas kesehatan harus menjadi prioritas untuk diperbaiki,” ujar Hasbi Jayabaya kepada wartawan di Kampung Cidadap, Desa Cidadap, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten
Menurutnya, pembangunan jalan desa sangat penting karena langsung bersinggungan dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan pelayanan publik.
Saat ini, Kabupaten Lebak memiliki jalan poros kabupaten sepanjang 773,9 km dan jalan desa sepanjang 1.617 km. Dari total tersebut, kondisi jalan kabupaten baru mencapai 70 persen layak, sementara jalan provinsi di Banten sudah hampir 98 persen baik.
Dalam kesempatan tersebut, Hasbi mengapresiasi perhatian dan langkah Gubernur Banten Andra soni, yang mendorong pembangunan jalan desa di Kabupaten Lebak.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan DPRD Lebak, Muhammad Agif Zulfikar, atas dukungan dalam pembangunan infrastruktur desa.
“Tanpa kolaborasi seperti yang selalu disampaikan Pak Gubernur, pembangunan jalan desa ini tidak akan terwujud. Karena itu, saya mengajak kepala desa memiliki komitmen membangun jalan desa dengan tiga keutamaan: akses ke lokasi panen, fasilitas kesehatan, dan pendidikan,” tegasnya.
Hasbi menambahkan, Pemkab Lebak akan melakukan intervensi administratif melalui penyusunan anggaran tahun 2026 yang mulai dipersiapkan akhir 2025 mendatang.
“Insyaallah dengan kolaborasi ini, Banten maju adil merata dan Lebak yang ruhai bisa kita wujudkan bersama di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni,” tutupnya.
Bupati Lebak Ajak APDESI Bangun Jalan Desa
Pembangunan dan perbaikan jalan bukan sekedar proyek fisik, melainkan urat nadi yang menentukan kelancaran seluruh sektor pembangunan di Kabupaten Lebak, ucap Bupati Lebak Hasbi Jayabaya, S.H.
Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lebak di Rangkasbitung.
“Pembangunan infrastruktur dan sektor lainnya akan berjalan lancar jika jalan sebagai akses utama telah baik,” ujar Hasbi dengan tegas.
Ia memaparkan, pembangunan jalan desa dilakukan melalui skema dana sharing antara APBD Kabupaten Lebak dan APBDes, sehingga kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa menjadi kunci keberhasilan.
“Kami ingin pembangunan dilakukan bersama-sama, agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” katanya.
Hasbi mencontohkan, wilayah Baduy yang menjadi destinasi wisata unggulan Lebak tidak akan berkembang jika akses jalannya rusak.
“Wisata tidak akan berkembang jika jalan menuju Baduy jelek. Infrastruktur yang baik adalah kunci meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian warga,” ucapnya.
Dengan komitmen ini, Pemkab Lebak menargetkan pembangunan jalan dapat mendorong pemerataan pembangunan, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh pelosok daerah. (Red)