• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Utang Pemerintah Nyaris Rp7.000 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Bahayanya jika Tak Ngutang

    23/03/22, 14:12 WIB Last Updated 2022-03-23T07:14:22Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Utang Indonesia selalu menarik perhatian karena jumlahnya sangat banyak, khususnya ketika pandemi Covid-19 melanda. Masyarakat yang pun banyak yang mengkritisi utang pemerintah ini.


    Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan kenapa pemerintah berutang sedemikian banyak.


    "Kita berutang ini semata-mata demi menyelamatkan masyarakat, baik dari segi ekonomi dan sosial, terutama melihat situasi yang kita hadapi," ujar Sri, di Jakarta, Selasa (22/3/2022).


    Jika tidak berutang, Indonesia dihantui ancaman turunnya penerimaan dan kesehatan masyarakat, belum lagi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta memburuknya sektor sosial, ekonomi, dan keuangan.


    "Jika tidak utang, maka hal-hal tersebut akan sulit dihentikan. Bukan hanya Indonesia, banyak negara lain yang juga membutuhkan utang demi menjaga ekonominya dari hantaman pandemi," ungkapnya.


    Kendati demikian, Sri menekankan bahwa jika dibandingkan dengan negara lain, utang Indonesia masih jauh lebih terkendali


    "Ini dapat dilihat dari defisit anggaran yang sudah turun perlahan dan kembali di bawah 3%. Jadi kenapa utang? karena kita menerima penerimaan saat ekonomi naik lagi. Tahun ini 2 bulan pertama penerimaan di atas 30%, jadi APBN tool, kalau dibutuhkan dia kerja keras dan saat sudah membaik dia disehatkan kembali," pungkas Sri.


    Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat, utang pemerintah hingga akhir Januari 2022 mencapai Rp 6.919,15 triliun, bertambah Rp10,28 triliun dibandingkan bulan sebelumnya atau Rp686,01 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini