• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Oknum Penyidik Peras Walkot Bikin Nama Hebat KPK Runtuh

    22/04/21, 19:57 WIB Last Updated 2021-04-22T12:57:11Z
    Boyamin MAKI (Farih Maulana Sidik/detikcom). 
    Foto: Boyamin MAKI (Farih Maulana Sidik/detikcom).

    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Penyidik KPK dari Polri AKP SR diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menilai hal ini karena KPK tidak lagi dianggap menyeramkan.


    "Jadi saya sebenarnya tidak akan kaget kalau kemudian pada periode sekarang ini ada orang berani mencatut nama KPK mencari duit memeras duit, karena tidak menganggap KPK sesuatu yang menyeramkan seperti dulu," ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman saat dihubungi, Rabu (21/4/2021).


    Boyamin mengatakan saat ini nama hebat KPK mulai runtuh. Hal ini disebut terjadi sejak adanya kontroversi dalam pemilihan pimpinan KPK dan adanya revisi Undang-undang KPK.

    "Sudah mulai runtuh nama hebatnya KPK, kegarangan KPK, sejak adanya dimulai kontroversi pemilihan calon pimpinan KPK dan revisi UU KPK," kata Boyamin.


    "Ini salah satu akibat dari dua peristiwa itu, yang kemudian ada orang yang mencatut nama KPK untuk mencari duit dan ada oknum di dalam KPK sendiri yang juga mencari duit," sambungnya.


    Menurut Boyamin, kejadian ini memiliki kaitan dengan pencatutan nama KPK untuk meminta uang di Cimahi. Dia menyebut pencatutan ini terjadi karena adanya oknum KPK yang juga melakukan pemerasan.


    "Tidak ada asap tanpa api, minggu kemarin ada dugaan orang mencatut nama KPK meminta uang kepada Bupati Cimahi, atau wali kota. Itu kemudian saya ngomong tidak ada asap tanpa api, asapnya Cimahi apinya di Tanjungbalai. Saya menduga ada orang berani catut nama KPK, karena diduga orang KPK oknumnya juga bermain," tuturnya.


    Boyamin berharap Dewan Pengawas KPK dapat menyelesaikan persoalan ini. Tidak hanya terkait pemerasan, namun juga soal adanya kebocoran informasi penggeledahan.


    "Meski saya prihatin sedih, tapi berharap Dewas KPK mampu memberesi ini semua. Memberesi dua hal krusial yang pertama terkait kebocoran informasi penggeledahan Kalimantan dan pemerasan oleh oknum KPK," pungkasnya.


    Sebelumnya, Propam Polri bersama KPK menangkap penyidik berinisial SR itu. Kini, SR sudah diamankan di Div Propam Polri.


    "Propam Polri bersama KPK mengamankan penyidik KPK AKP SR hari Selasa (20/4)," ujar Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo melalui keterangan tertulis, Rabu (21/4).


    "(SR) telah diamankan di Div Propam Polri," tambahnya.


    Sambo mengatakan penyidikan terhadap kasus tersebut bakal dilanjutkan oleh KPK. Namun, lanjut Sambo, KPK bakal tetap berkoordinasi dengan Propam.


    "Selanjutnya, penyidikan kasus tersebut dilakukan oleh KPK. Namun tetap berkoordinasi dengan Propam Polri," ujar Sambo.


    Tonton juga Video: Pegawai KPK yang Curi Barbuk Nyaris 2 Kg Emas Diseret ke Polisi!








    Sumber : detiknews.com
    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini