• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Jokowi Rembukan di Istana Bahas Libur Panjang Desember 2020

    23/11/20, 11:34 WIB Last Updated 2020-11-23T04:34:01Z
    Presiden Jokowi dan jajarannya membahas secara khusus pelaksanaan libur panjang akhir Desember 2020.
    Presiden Joko Widodo beri perhatian khusus libur panjang Desember 2020. (Kris - Biro Setpres)

    JAGUARNEWS77. com # Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membahas pelaksanaan libur panjang pada Desember 2020 di Rapat Terbatas (Ratas) hari ini, Senin (23/11). Libur panjang akhir tahun ini diketahui masih berada di tengah pandemi virus corona(Covid-19).


    "Secara khusus nanti akan kita bicarakan mengenai libur panjang, yang nanti akan ada di bulan Desember. Akan kita bicarakan nanti dalam rapat hari ini secara khusus," kata Jokowi dalam rapat yang disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11).


    Dalam rapat tersebut, Jokowi juga meminta jajarannya memperhatikan pelaksanaan Pilkada 2020 agar tak mengganggu penanganan kasus positif virus corona (Covid-19) lantaran hari pemilihan tinggal dua pekan lagi, yakni pada 9 Desember.


    Secara khusus Jokowi meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kapolri Jenderal Idham Azis memastikan gelaran Pilkada tak mengganggu penanganan Covid-19.


    Mantan wali kota Solo itu juga menyinggung persiapan vaksinasi Covid-19. Ia pun meminta simulasi pemberian vaksin terus dilakukan. Jokowi ingin pemberian vaksin Covid-19 nanti berjalan dengan baik.


    "Saya akan cek satu atau dua kali lagi, sehingga nanti saat pelaksanaan betul-betul pada kondisi yang sudah sangat baik," ujarnya.


    Sebagai informasi, terdapat libur panjang pada akhir Desember 2020. Pertama cuti bersama dan libur Natal 2020 pada 24-25 Desember. Kemudian cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah pada 28, 29, 30 dan 31 Desember 2020, serta libur Tahun Baru 2021.


    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Faqih menyarankan penundaan libur panjang Natal dan Tahun Baru pada 24 Desember-31 Desember. Usulan ini ia sampaikan lantara berpotensi mengulang rekor Covid-19 seperti terjadi usai libur panjang akhir Oktober lalu.


    Selain memicu mobilitas warga yang tinggi, ia menyebut liburan bisa membuat masyarakat abai pada protokol kesehatan memakai masker-menjaga jarak-mencuci tangan (3M).


    "Sebaiknya ditunda, liburan dan cuti bersama memicu mobilitas penduduk lebih besar, padahal mobilitas tinggi dan berkerumun sangat berisiko terhadap tingginya potensi penularan Covid-19, dan berpotensi melanggar protokol kesehatan 3M," kata Daeng saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/11).


    Faqih pun berkaca pada rekor baru penambahan kasus Covid-19 pada 13 November, yakni sebanyak 5.444 kasus, yang memicu peningkatan pasien di rumah sakit. Kondisi ini dapat membebani tenaga medis dan fasilitas pelayanan kesehatan.


    "Ada peningkatan pasien Covid di rumah sakit setelah kasus 5 ribu kemarin, memang juga dikhawatirkan dampak ikutannya pasien di rumah sakit akan membludak, dikhawatirkan melampaui kapasitas pelayanan yang ada atau akan menambah beban di rumah sakit," ujarnya.


    Sumber : cnn Indonesia

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77. com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini