JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA UTARA – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah terasa begitu kuat di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Ratusan warga dari berbagai lingkungan Rukun Warga (RW) di kawasan Komplek Kodamar memadati jalan-jalan lingkungan dalam kegiatan Pawai Obor yang digelar pada Senin (15/6/2026) malam.
Kegiatan yang dipusatkan di Baitul Maal At Taqwa, Jalan Gading Raya II No. 8A RW 05, tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Sedikitnya 600 jamaah yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa turut ambil bagian dalam pawai yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat dalam menyambut pergantian tahun Hijriah.
Sejak menjelang malam, suasana kebersamaan mulai terlihat ketika para peserta berkumpul dengan membawa obor dan mengenakan busana muslim.
Gemerlap cahaya obor yang menerangi sepanjang rute pawai menghadirkan nuansa religius yang khas, sekaligus menjadi simbol semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Ketua Panitia Penyelenggara, Tri Yanuardianto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
“Momentum Tahun Baru Islam ini menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman. Kami berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah kebersamaan sekaligus edukasi bagi generasi muda tentang makna tahun baru Hijriah,” ujarnya.
Peserta pawai berasal dari berbagai wilayah di Komplek Kodamar, mulai dari Baitul Maal RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 05, RW 09 hingga RW 010. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan tingginya antusiasme warga dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Acara pelepasan peserta dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB oleh Lurah Kelapa Gading Barat, Achmad Surya Kusuma, didampingi Ketua RW 05 Prio Setia Budhi. Sebelum pawai dimulai, seluruh peserta mengikuti laporan panitia dan doa bersama sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan.
Sepanjang perjalanan, suasana semakin semarak dengan iringan tim hadroh dan marawis yang melantunkan syair-syair Islami. Alunan musik religi tersebut tidak hanya menambah kekhidmatan acara, tetapi juga menarik perhatian masyarakat yang berada di sepanjang rute pawai.
Rute yang dilalui peserta cukup panjang, dimulai dari Masjid Jami Ar Rahmah RW 05 dan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kelapa Gading Barat, antara lain Jalan Inseksi Kali Sunter, Jalan Cekatan Raya, Jalan Tabah Raya, Jalan Pulau Galang, Jalan Pulau Penyengat, hingga akhirnya berakhir di Masjid Jami Al-Mustaqim RW 02.
Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, panitia bersama unsur pemerintah dan aparat keamanan menerjunkan sekitar 40 personel gabungan.
Pengamanan melibatkan unsur Intel Kodaeral III, Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal), Babinsa Kelapa Gading Barat, Polsek Kelapa Gading, Satpol PP, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), FKPPI Kelapa Gading, Karang Taruna RW 05, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Selain pengamanan, panitia juga menyiapkan dukungan kendaraan patroli, tim kesehatan, dan tim kebersihan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Sekitar pukul 21.15 WIB, seluruh peserta tiba di Masjid Jami Al-Mustaqim RW 02 sebagai titik akhir pawai. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta penampilan hadroh dan marawis yang kembali menghidupkan suasana religius dalam peringatan Tahun Baru Islam tersebut.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 22.15 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Tidak terdapat gangguan keamanan maupun insiden yang berarti selama kegiatan berlangsung.
Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis, Pawai Obor 1 Muharam di Kelapa Gading Barat menjadi gambaran bagaimana tradisi keagamaan tetap mampu menjadi perekat sosial masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai syiar Islam dan peringatan momentum hijrah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan warga dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga tradisi yang sarat makna tersebut tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin