JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Al-Ikhlas Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan komitmen seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dzikir dan doa bersama dilaksanakan usai Upacara Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata atau Penyucian Panji-panji Rastra Sewakottama yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat utama Mabes Polri, kepala satuan kerja, serta diikuti jajaran kepolisian dari berbagai daerah melalui sambungan virtual.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, para peserta bersama-sama memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang institusi Polri yang telah memasuki usia delapan dekade.
Selain itu, doa juga dipanjatkan agar seluruh anggota Polri diberikan kekuatan, keselamatan, serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks.
Momentum spiritual tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga dimaknai sebagai sarana introspeksi bagi seluruh personel untuk kembali menghayati nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman moral, etika, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri Brigjen Pol. Abas Basuni, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa rangkaian Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata yang dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama memiliki makna yang sangat penting bagi seluruh anggota Polri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan institusi dalam menjalankan tugas tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis dan profesionalisme semata, tetapi juga harus dilandasi oleh integritas, keikhlasan, dan nilai-nilai spiritual yang kuat.
“Saya pikir ini adalah momentum yang sangat baik untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup anggota Polri. Dengan dzikir dan doa bersama, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan kemampuan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Brigjen Pol. Abas Basuni kepada wartawan di Jakarta.
Lebih lanjut, ia berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dapat menjadi titik penguatan transformasi institusi menuju Polri yang semakin profesional, adaptif, modern, dan mampu menjawab harapan masyarakat di tengah perkembangan zaman yang dinamis.
Menurutnya, tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat saat ini semakin beragam, mulai dari kejahatan konvensional hingga kejahatan berbasis teknologi. Karena itu, Polri dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat integritas, serta menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang transparan dan berkeadilan.
“Harapan kami, di usia ke-80 ini Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, dan terus mampu memberikan pelayanan yang Presisi.
Nilai-nilai Tribrata yang dimaknai dalam setiap rangkaian kegiatan ini harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” lanjutnya.
Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini juga menjadi momentum bagi Polri untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat berbagai program transformasi kelembagaan yang selama beberapa tahun terakhir terus dijalankan.
Melalui konsep Polri Presisi, institusi kepolisian berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat secara lebih efektif.
Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai bahwa usia ke-80 merupakan fase penting bagi Polri untuk terus memperkuat reformasi internal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Tantangan menjaga keamanan nasional, menghadapi perkembangan teknologi digital, serta memenuhi ekspektasi publik terhadap pelayanan yang cepat dan humanis menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dijawab secara konsisten.
Melalui dzikir dan doa bersama tersebut, Polri menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas operasional di lapangan, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, seluruh jajaran Polri diharapkan mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kedekatan dengan masyarakat sehingga kehadiran Polri dapat semakin dirasakan manfaatnya dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan kepastian hukum di seluruh wilayah Indonesia.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin