• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Empat Pekerja Tewas dalam Kecelakaan Proyek di Jagakarsa, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian K3

    04/04/26, 13:33 WIB Last Updated 2026-04-04T06:33:42Z

    Foto: Kolase foto Kecelakaan kerja tragis terjadi di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026)(Dok-Istimewa)


    ‎JAGUARNEWS77.com // Jakarta – Kecelakaan kerja tragis terjadi di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

    Empat pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam penampungan air bersih (ground tank) di area basement saat proses pengurasan berlangsung.

    Peristiwa ini dibenarkan oleh Kabidhumas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto. Ia menjelaskan, insiden terjadi ketika para pekerja tengah melakukan pembersihan penampungan air tertutup di lokasi proyek.

    “Benar, terjadi kecelakaan kerja di proyek bangunan di Jagakarsa saat proses pengurasan penampungan air,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya.

    Empat korban meninggal dunia masing-masing berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19). Sementara itu, tiga pekerja lainnya, yakni U (41), AJ (37), dan S (63), berhasil selamat meski mengalami sesak napas dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat sejumlah pekerja membuka penutup ground tank untuk proses pengurasan.

    Diduga, kondisi di dalam penampungan yang minim ventilasi menyebabkan adanya gas berbahaya atau kekurangan oksigen.

    Salah satu pekerja yang pertama kali turun ke dalam lubang terjatuh, kemudian rekan-rekannya yang berusaha menolong tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) ikut menjadi korban.

    ‎“Saat evakuasi, saksi merasakan kondisi di sekitar lokasi sangat pengap dan panas,” kata Budi Hermanto.

    Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pasar Rebo.

    Namun, empat pekerja dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit, sementara tiga korban lainnya masih mendapatkan penanganan medis.

    ‎Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

    Proses penyelidikan difokuskan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

    ‎“Tim penyidik telah melakukan olah TKP secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi mata guna mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian,” jelasnya.

    Lebih lanjut, polisi juga akan menelusuri apakah pihak pengelola proyek telah memenuhi prosedur keselamatan kerja, termasuk penyediaan alat pelindung diri dan standar operasional dalam pekerjaan di ruang terbatas (confined space).

    Di sisi lain, peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penerapan disiplin K3 di sektor konstruksi, khususnya dalam pekerjaan berisiko tinggi seperti pembersihan tangki tertutup yang berpotensi mengandung gas beracun atau kekurangan oksigen.

    Kepolisian menegaskan akan mengusut kasus ini secara profesional dan transparan.

    Selain itu, pihaknya juga terus memantau kondisi korban selamat yang masih menjalani perawatan.

    “Kami melakukan penyelidikan intensif terkait unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang diterapkan di area proyek tersebut,” pungkas Budi Hermanto.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini