Foto: Epriyanto Kasmuri (kanan) resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat periode 2026–2030 pada Selasa (10/2/2026). (Dok-Istimewa)
JAGUARNEW77.com // Bandung - Epriyanto Kasmuri resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat periode 2026-2030. Proses pendaftaran dilakukan pada Selasa (10/2/2026), dan diterima langsung oleh panitia penjaringan di sekretariat DPD Perbasi Jabar.
Dalam proses verifikasi administrasi, panitia menyatakan seluruh berkas yang diajukan Epriyanto lengkap dan sah sesuai ketentuan. Dokumen tersebut meliputi formulir pendaftaran, surat dukungan dari sejumlah Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota, serta bukti pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp150 juta sebagaimana dipersyaratkan dalam mekanisme penjaringan.
Ketua panitia penjaringan menyampaikan bahwa proses pendaftaran berjalan tertib dan sesuai aturan organisasi. “Semua tahapan kami laksanakan secara transparan dan akuntabel. Berkas yang masuk telah kami periksa dan dinyatakan memenuhi syarat administratif,” ujarnya.
Menariknya, Epriyanto hadir mendaftarkan diri tanpa didampingi perwakilan Pengcab pendukung. Ia menilai langkah tersebut sebagai simbol kemandirian sekaligus pesan moral tentang arah baru pengelolaan organisasi olahraga di Jawa Barat.
“Ini bentuk pesan bahwa cabang olahraga ke depan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada dana hibah pemerintah. Basket harus berdiri mandiri dan menjadi bagian dari industri olahraga yang profesional dan berkelanjutan,” kata Epriyanto kepada wartawan usai pendaftaran.
Menurutnya, tantangan organisasi olahraga saat ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tata kelola, pembiayaan, serta kemampuan membangun ekosistem industri yang sehat. Ia menegaskan pentingnya inovasi dalam pengelolaan kompetisi, pembinaan usia dini, hingga kerja sama dengan sektor swasta.
Epriyanto juga menyatakan, apabila kembali dipercaya memimpin Perbasi Jabar, ia akan menyempurnakan sejumlah program yang dinilai belum optimal pada periode sebelumnya. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan, kompetisi, dan manajemen organisasi menjadi bagian dari agenda prioritas.
“Kami akan menyusun kepengurusan yang diisi orang-orang dengan kompetensi sesuai bidangnya. Profesionalisme harus menjadi fondasi, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Dalam aspek prestasi, Epriyanto mencanangkan target ambisius: mengembalikan kejayaan bola basket Jawa Barat di tingkat nasional dengan meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Target utama kami adalah meraih medali emas pada PON 2028. Untuk itu, pembinaan harus terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain fokus pada prestasi, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara karier olahraga dan pendidikan atlet. Dalam rencananya, Perbasi Jabar akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, salah satunya Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), guna menyediakan program beasiswa bagi atlet berprestasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar atlet memiliki jaminan masa depan di luar lapangan. “Atlet tidak boleh hanya kuat secara fisik, tetapi juga harus memiliki bekal pendidikan yang memadai,” katanya.
Aspek kesehatan dan perlindungan sosial atlet juga menjadi perhatian. Epriyanto mengungkapkan rencana kerja sama dengan Primaya Hospital untuk layanan kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan jaminan sosial bagi atlet dan pelaku olahraga.
Sejumlah Pengcab yang memberikan dukungan berharap proses penjaringan hingga Musyawarah Daerah (Musda) Perbasi Jabar 2026 berjalan demokratis dan kondusif. Mereka menilai kontestasi kepemimpinan harus menjadi momentum konsolidasi organisasi, bukan sekadar kompetisi figur.
Dengan resmi mendaftarnya Epriyanto Kasmuri, dinamika pemilihan Ketua Perbasi Jawa Barat periode 2026–2030 diperkirakan akan berlangsung kompetitif. Para pemangku kepentingan berharap kepemimpinan mendatang mampu menjawab tantangan pembinaan, pendanaan, dan profesionalisme organisasi, sekaligus mengangkat kembali prestasi bola basket Jawa Barat di pentas nasional.
“Ini bukan sekadar melanjutkan kepemimpinan, tetapi memperkuat fondasi basket Jawa Barat agar lebih profesional, mandiri, dan berprestasi,” pungkas Epriyanto.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan