• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Di Duga Terjadi "Sunatan Massal" Dalam Pembagian Dana BLT, Masyarakat Penuh Harap Polisi Segera Bergerak

    26/05/22, 13:10 WIB Last Updated 2022-05-26T06:10:50Z
    JAGUARNEWS77.com # Sukabumi, Jabar - Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap dua untuk wilayah Sukabumi, desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok berhasil dikucurkan beberapa hari lalu, tepatnya senin 18 April 2022 silam.


    Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) telah berhasil menuntaskan kucuran pemerintah sebesar 900 ribu rupiah per penerima. Namun ada bocoran dari pihak KPM berinisial "HN" tentang adanya kejanggalan dalam hal pembagian ke masyarakat yang diduga bermuara di oknum Rt.04 dan Rw.03 berinisial "IM" dan "MR".


    Informasi dari wartawan Bharido yang mewawancarai warga, 'diduga' ada sunatan massal dalam hal pembagian dana BLT ke warga Rt.04, Rw.03 yang mencapai 400 ribu rupiah secara paksa,  yang mengatakan potongan uang itu digunakan untuk warga yang belum menerima, namun sampai berita ini ditayangkan tetap sama, masih ada warga yang tidak menerima bantuan. 


    Tetapi menurut keterangan yang lainnya yang didapat oleh tim media ini,ada kata-kata yang diduga dari oknum tersebut yang disampaikan kepada penerima BLT dengan ucapan "jangan bilang sana-sini", ucap warga penerima. 


    Lebih lanjut, "Saya tidak ikhlas diminta oleh Ibu Rt.04 Rw.03" ucap salah satu warga berinisial RS yang menurut keterangan itu adalah perintah dari Ketua Rw.03. Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Sukabumi.


    Ditengah kesulitan ekonomi saat ini apalagi dibulan ramadhan serta menjelang lebaran, bantuan yang diterima warga dari Pemerintah itu sangatlah berharga sehingga akan sangat merugikan bila dipotong oleh yang tidak berhak dengan alasan apapun yang tidak sesuai dengan aturan, "Kami minta pihak Kepolisian bisa bergerak cepat menindak oknum dan mengembalikan uang kami yang dipotong tak sesuai aturan agar kejadian serupa tak terulang lagi kedepannya ujar beberapa warga kepada tim media ini dengan nada kesal.


    Untuk diketahui, pungutan liar adalah suatu pelanggaran dan tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan, sedangkan didalam surat undangan BLT-DD tahap 2 itu sudah di muat "Bahwa KPM tidak di perbolehkan memberikan bentuk apapun kepada orang yang tidak bertanggung jawab". Dalam hal ini KPM telah melakukan tugasnya dengan menyerahkan kepada RT dan RW setempat. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini