• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    DiDuga Tak Terima Uang Sesuai Keinginan, Client Dari Advokat Teuku Luqmanul Hakim, SH, MH Tetap Mendekam Di Tempat Rehabilitasi

    11/01/22, 09:58 WIB Last Updated 2022-01-12T01:04:16Z
    JAGUARNEWS77.com # Sukabumi, Jabar - Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah pepatah yang tepat dilukiskan kepada client dari Advokat yang sudah tak asing lagi namanya di dunia pengacara yaitu Advokat Teuku Luqmanul Hakim, SE, SH, MH berinisial "PHS".

    "PHS" dikirim oleh Polres Sukabumi ke salah satu yayasan rehabilitasi penyalahgunaan obat obatan terlarang yaitu Yayasan Karunia Aksi Bangsa Indonesia (YKABI) atas dugaan menggunakan obat terlarang yang berada di wilayah Bogor Jawa Barat.


    Pihak keluarga "PHS" yang memiliki kedekatan dengan Advokat Luqman meminta bantuan dari Advokat yang dikenal lantang menyuarakan kebenaran ini setelah pihak keluarga menemui jalan buntu saat mengurus sendiri untuk mengeluarkan "PHS" dari yayasan tersebut.


    "Pengelola yayasan bernama pak asep awalnya meminta uang 15 juta kepada kami pihak keluarga setelah kami bernegosiasi akhirnya turun menjadi 10 juta dan deal diangka 7 juta, awalnya pak asep tidak bersedia mengeluarkan anak kami dan akhirnya terjadi kesepakatan seperti itu dan pak asep minta segera dikirimkan uang tersebut tetapi karena kami tidak memiliki uang sebesar 7 juta rupiah kami tidak bisa mengirimkan uang tersebut yang akhirnya anak kami masih berada di yayasan tersebut dan pak asep tak bisa dihubungi kembali oleh kami yang akhirnya kami meminta bantuan kepada Advokat luqman" ujar mertua dari "PHS".

    Pada saat Advokat Luqman dihubungi pihak keluarga "PHS" , Advokat Luqman langsung mendatangi yayasan tersebut dan sampai di sana sekitar jam 8 malam yang akhirnya tidak diperbolehkan masuk dan Advokat Luqman meminta nomor Hp salah satu pengelola yayasan dan diberikan nomor hp pengelola yaitu asep oleh salah satu keluarga "PHS" dan setelah dihubungi asep meminta Advokat luqman untuk datang kembali ke esokan harinya karena waktu sudah malam.

    " Saya sudah datang dan memang waktu menunjukan pukul 8 malam dan saya diberikan nomor hp pak asep oleh salah satu keluarga client saya, saya hubungi dan saya diminta untuk datang kembali, setelah saya datang kembali pihak yayasan pun tetap sama seperti tidak menghargai profesi seorang advokat, saya tidak diperkenankan masuk apalagi bertemu dengan client saya yang akhirnya saya melakukan pembelaan untuk client saya melalui hp dengan saudara asep dan saya jelaskan bahwa pihak keluarga tidak mampu untuk biaya yang diminta oleh pihak yayasan maupun untuk biaya rehab "PHS" setiap bulannya yang dibuktikan oleh pihak keluarga "PHS" dengan membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM)" ucap Advokat Luqman.


    Sebelumnya Advokat luqman mengakui kepada pihak media ini bahwa dirinya telah mendatangi pihak yayasan beberapa kali tapi tetap tak diperbolehkan masuk untuk bertemu dengan clientnya yang menyebabkan advokat luqman sebagai penasehat hukum "PHS" sangat berkeberatan atas pelayanan dari pihak yayasan.


    Lebih lanjut Advokat Luqman menjelaskan bahwa " setelah SKTM jadi dan semua data pendukung disiapkan, saya beserta orang tua dari "PHS" dan anak istrinya "PHS" kembali mendatangi yayasan tersebut tapi lagi lagi kami tidak dilayani terkesan dipersulit pintu gerbangpun tak dibukakan boro boro kami ketemu dengan saudara Asep maupun client kami "PHS"......mungkin pihak yayasan kecewa karena tidak menerima uang sesuai keinginan mereka sampai profesi advokat pun tak dihargai mereka dan tak ada rasa kasihan sedikitpun melihat istri dan anak dari "PHS" yang masih kecil yang ingin berjumpa dengan bapaknya yaitu "PHS"......saya akan terus memperjuangkan dengan berbagai upaya hukum agar "PHS" bisa kami keluarkan dari yayasan tersebut dan kepada pihak pihak terkait kami minta perhatiannya buka mata buka hati untuk melihat peristiwa ini" sambung Advokat luqman.

                 Aidi (salah satu pengurus yayasan)

    Sesaat sebelum berita ini ditayangkan oleh media, sempat Advokat luqman menelpon salah satu pengurus yayasan yaitu Aidi untuk menyampaikan keluh kesahnya atas pelayanan yang diterimanya dari yayasan dimana Advokat Luqman beberapa kali datang tetapi tidak dibukakan pintu sehingga tidak pernah bisa menemui clientnya serta petugas penjaga selalu berbicara aturan dan aturan, serta advokat luqman juga mengatakan kepada Aidi via telpon bahwa dirinya akan mengangkat persoalan ini ke media agar masyarakat tahu pelayanan dari yayasan ini seperti apa dan dijawab oleh Aidi bahwa kalau mau seperti itu silahkan dan artinya saudara melakukan pengancaman. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini