• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Itikat Baik Konsumen Diabaikan, Pusat Gadai Indonesia Tak Sesuai Visi, Misi dan Nilai Nilai Budaya

    30/10/21, 11:37 WIB Last Updated 2021-10-30T04:55:25Z
    JAGUARNEWS77.com # Tangerang, Banten - Pegadaian merupakan salah satu lembaga pembiayaan di Indonesia yang turut membantu dalam perkembangan perekonomian di Indonesia. 


    Pegadaian berperan sebagai pemberi kredit atau kredit kepada masyarakat dengan proses yang mudah dan cepat. Masyarakat hanya perlu menggadaikan barang jaminannya tanpa kehilangan barang tersebut karena sistem piutang, dimana masyarakat dapat menebus barang jaminan tersebut dengan membayar uang kredit dalam tempo waktu 4 (empat) bulan atau 120 hari.  

    Syarat pembuatan perjanjian gadai keseluruhannya adalah sama dengan syarat pembuatan perjanjian pada umumnya namun terdapat syarat lain yaitu terjadinya barang dari kekuasaan debitur kepada kreditur. 

    Prosedur pembuatan perjanjian gadai di  Pegadaian adalah dimulai dengan nasabah datang ke kantor Pegadaian untuk menggadaikan barang jaminannya dan menyatakan jumlah kreditnya lalu barang jaminan tersebut akan dinilai nilainya untuk dilihat apakah sesuai dengan jumlah kredit, apabila telah terjadi persetujuan maka nasabah akan menerima Surat Bukti Kredit yang merupakan perjanjian piutang yang telah dibuat oleh Pegadaian. 


    Bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada nasabah dalam perjanjian gadai menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 yaitu barang jaminan milik nasabah akan dilelang sesuai dengan harga pasar dan tidak merugikan nasabah, kelebihan uang lelang akan diberikan kepada nasabah dan nasabah akan mendapat ganti rugi jika kreditur lalai terhadap barang jaminan serta nasabah berhak untuk menggugat kreditur apabila merasa dirugikan. 


    Pegadaian sebagai lembaga keuangan non bank yang menyediakan pinjaman kepada masyarakat memberikan perlindungan hukum kepada nasabahnya melalui peraturan internal yaitu setiap barang yang menjadi objek jaminan akan diasuransikan untuk menjamin keberadaan barang tersebut, nasabah berhak atas ganti rugi akibat kelalaian pihak Pegadaian yang tidak disebabkan oleh force majure setelah diperhitungkan dengan uang kredit, sewa modal dan biaya lainnya, nasabah berhak atas uang kelebihan hasil lelang serta nasabah dapat menyelesaikan perkara secara litigasi dan non litigasi.

    Saat ini Pegadaian diramaikan dengan bermunculannya pegadaian dengan nama "Pusat Gadai Indonesia" yang digadang gadang memiliki visi misi yang mengedepankan kepentingan konsumen namun sangat disayangkan hal tersebut tak sesuai dengan kenyataan. 


    Banyak persyaratan, perjanjian dan tahapan waktu gadai di pusat gadai Indonesia yang berbeda jauh dari Pegadaian pada umumnya

    "X" yang menggadaikan Laptop nya di "pusat Gadai Indonesia" hari ini Sabtu 30/10/2021 adalah hari terakhirnya masa waktu Gadai Laptop nya dan dikarenakan kondisi perekonomian semua pihak sedang sulit karena dampak wabah pandemi Covid termasuk "X" yang belum memiliki dana untuk menebus Laptopnya beritikad baik datang ke Pusat Gadai Indonesia untuk meminta perpanjangan waktu beberapa hari saja dan berkomunikasi dengan pegawai Pusat Gadai Indonesia sampai dengan Kepala cabangnya bernama "Hesti" tetapi Pusat Gadai Indonesia tak berpihak kepada konsumen terbukti tak sesuai dengan visi misi dan nilai nilai budaya nya yang di gembar gemborkan dan "X" pun kecewa. 


    "Untuk masyarakat luas, saya hanya bisa menyarankan untuk berhati hati memilih Pegadaian, jangan sampai kecewa seperti saya yang telah menggadaikan Laptop di Pusat Gadai Indonesia, saya ada itikat baik datang karena telah jatuh tempo dan belum memiliki uang tetapi itikat baik saya tak direspon yang katanya Pusat Gadai Indonesia berpihak kepada kepentingan konsumen? Ujar "X" dengan nada kesal(Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini