• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Seorang Insan Pers Di Hadang Matel Di Tengah Jalan, Para Insan Pers Dari Berbagai Media Marah Dan Berniat Mendatangi Kantor Matel Dan FIF

    01/11/20, 16:18 WIB Last Updated 2020-11-01T09:25:18Z


    JAGUARNEWS77. com # Jakarta - Perampasan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat, yang dilakukan oleh penagih utang (debt collector) atau sering juga disebut Matel (Mata Elang) masih saja terjadi. Tak hanya di rumah atau kantor, para penagih yang diutus pemberi utang (kreditur), juga kadang menghadang si pengutang di jalanan, lalu merampas kendaraan tersebut.


    Hal ini baru saja di alami oleh salah satu pemilik kendaraan roda dua yang membeli secara kredit motornya dengan leasing FIF dimana orang tersebut berprofesi sebagai insan pers yaitu "SM" selalu Kabiro Jakarta Timur surat kabar elektronik/media online jaguarnews77. com. 


                Data angsuran motor "SM" di FIF


    Hari ini, minggu 1 November 2020 sekitar pukul 10 pagi, "SM" yang sedang melintas di seputaran cibubur jakarta timur dihadang oleh dua orang Matel, antara "SM" dan Matel itu pun terjadi dialog yang akhirnya "SM" diminta oleh Matel untuk mengikutinya hingga ke kantor tempat Matel tersebut berkantor. 


    SM saat bernegosiasi dengan Matel di kantor Matel wilayah Cibubur


    Sesampainya dikantor "SM" berdialog dengan Pimpinan Matel tersebut dengan nada saling keras yang akhirnya Pimpinan Matel tersebut melepas "SM" berikut motornya dengan syarat "SM" diminta melunasi tunggakan pembayaran dalam jangka waktu 3 hari dan tidak membawa motor keluar dari rumah dengan alasan khawatir di intai Matel dari Kantor lainnya. 




    "SM" kepada tim Redaksi jaguarnews77. com tempatnya bernaung mengatakan " setelah negosiasi dengan pihak pimpinan Matel tersebut akhirnya saya berikut motor saya lepas, memang saya akui pimpinan Matel tersebut agak membantu dan tidak terlalu bersikeras untuk mengambil motor saya dan saya terimakasih dengan hal itu, cuma berdasarkan hukum kita perbuatan leasing yang menggunakan jasa Matel berikut para Matel berada pada posisi melanggar UU KUHP pasal 365, oleh karenanya bila kedepan terjadi lagi hal yang sama kepada saya maka akan langsung saya permasalahkan secara hukum dan saya sudah laporkan hal ini kepada pimpinan Redaksi dan PimRed mengatakan siap menerjunkan tim penasehat hukumnya untuk memperkarakan FIF dan para Matel serta siap menerjunkan seluruh personil wartawan yang ada  untuk menerjang FIF serta Kantor dimana Matel tersebut berada" Ucap SM. 


    Diketahui bersama bahwa Sebagian besar debitur (pihak yang berutang) biasanya pasrah karena menganggap peristiwa itu terjadi akibat kesalahan mereka sendiri yang telat membayar cicilan kendaraan.


    Tetapi, seperti yang bisa Anda baca pada spanduk dalam foto di atas, perampasan tersebut tidak dibenarkan.


    Perampasan yang dilakukan oleh penagih utang yang mengatasnamakan perusahaan pembiayaan (leasing) termasuk melanggar hukum pidana. Polisi bisa menindak tegas para penagih utang --dikenal juga dengan sebutan mata elang (matel)-- yang merampas barang di tengah jalan.


    "Merampas atau mengambil paksa kendaraan kredit yang bermasalah tidak dibenarkan," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, seperti dikutip detikNews (15/11/2016).


    Para perampas paksa tersebut, seperti dituturkan Kompas.com, bisa dijerat Pasal 368 dan Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335.


    Pasal 368 mengatur soal pemerasan dan pengancaman dengan hukuman maksimal 9 (sembilan) tahun penjara. Sementara Pasal 365 terkait dengan pencurian yang ancaman hukumannya bisa sampai hukuman mati jika tindakan pencurian itu menyebabkan kematian.


    Oleh karena itu, Anda sebaiknya tetap tenang jika mendadak diberentikan oleh para matel di jalanan. Ajak mereka bicara baik-baik dan selesaikan masalah dengan tenang, seperti disarankan oleh situs Duitpintar.com.


    Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah meminta identitas debt collector itu untuk menghindari penipuan.


    "Tanya dulu identitas dia siapa, sebagai apa, lihat ID card-nya juga. Takutnya orang-orang seperti itu mereka azas manfaat, sebenarnya dia bukan debt collector, tapi ternyata dia begal atau yang lain (kriminal)," saran Asep Mulyana, Manager Executive Branch Head Federal International Finance (FIF) Group Bandung 1.


    Lagipula, jika tidak ada perjanjian fidusia antara debitur dengan kreditur, maka kendaraan tersebut seharusnya tidak bisa diambil paksa.


    Kalaupun ada perjanjian fidusia, seharusnya debitur tidak perlu menggunakan jasa matel karena mereka berhak meminta bantuan polisi untuk mengambil kendaraan yang cicilannya tak dibayar debitur.


    Apa itu perjanjian fidusia?


    Jaminan fidusia diatur dalam Undang-Undang No. 42 tahun 1999. Menurut Pasal 1 UU tersebut, fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.


    Sederhananya, selama benda yang dikredit belum lunas dibayar, benda tersebut masih milik sang kreditur. Oleh karenanya, ia bisa ditarik kembali kapan saja oleh si pemberi utang itu.


    "Hak fidusia itu mulai berlaku setelah krisis tahun 1998. Dikeluarkannya jaminan fidusia sebenarnya untuk memproteksi. Kita masih menggunakan. Sebenarnya perjanjian kredit itu untuk proteksi kita dan ada ketentuan yang mengatur itu," kata Director Chief Sales and Distribution Adira Finance, Hafid Hadeli kepada VIVA.co.id.


    Akan tetapi, lanjutnya, banyak perusahaan leasing yang enggan memberikan jaminan fidusia pada kredit kendaraan. Alasannya, ada biaya pembuatan fidusia sebesar Rp1 juta per kendaraan.


    Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dumoly Pardede, dikutip Okezone (15/1/2017), menyatakan, meskipun ada perjanjian fidusia, perusahaan leasing diingatkan agar tidak semena-mena saat melakukan penarikan.


    "OJK menegaskan pengambilannya harus beretika. Kalau dia menggunakan agen penarik piutang dan perlakuannya tidak baik, menarik di pinggir jalan dengan kasar ya kami akan tindak," kata Dumoly.


    Jika debitur melakukan penarikan barang secara kasar, Dumoly meminta debitur untuk segera melaporkannya dan OJK akan memberikan surat peringatan kepada pihak leasing.


    Oleh karena itu, jika Anda mengkredit kendaraan bermotor, disarankan agar memasukkan jaminan fidusia pada perjanjian kredit tersebut.


    Oleh : Redaksi jaguarnews77. com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini