• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Lagi-Lagi, Pungutan Berdalih Sumbangan Memberatkan Siswa/i Baru MAN 1 Lebak

    24/08/20, 20:38 WIB Last Updated 2020-08-24T13:38:57Z
    JAGUARNEWS77.com # Lebak, Banten - Begitu mulia program Pemerintah Republik Indonesia untuk semua rakyatnya bisa mengenyam pendidikan 12 tahun (SD-SMP-SMA) "gratis" dan semua biaya ditanggung oleh Pemerintah.


    Tapi seringkali dilapangan, program mulia Pemerintah ini di "kotori" oleh tangan-tangan jahil yang dengan berbagai macam modus serta alasan memungut biaya pendidikan yang memberatkan bagi para peserta didik baru.


    Hal ini terlihat dengan jelas pada penerimaan siswa/i baru di madrasah aliyah negeri (MAN) 1 Lebak Provinsi Banten.

    Orangtua peserta didik baru dipanggil oleh pihak sekolah dengan alasan rapat orangtua/walimurid dengan pihak Komite sekolah MAN 1 Lebak, Sabtu 11/7/2020.


    Lagi-lagi, isi rapat adalah mengenai pungutan yang dengan alasan klasik menurut pihak sekolah bukan "pungutan" melainkan "sumbangan" dan tidak ada urusannya dengan pihak kepala sekolah ataupun sekolah melainkan kesepakatan/keinginan antara komite sekolah dengan orangtua siswa/i baru.

    Adapun biaya yang harus dibayarkan yang "katanya" telah disepakati adalah 1.450.000 untuk siswa laki-laki dan 1.500.000 untuk siswa perempuan dan dapat diangsur hingga bulan desember 2020, hal ini menurut pihak komite untuk menutupi kekurangan biaya yang tidak tertutup dari dana BOS.

    Hasil pemantauan tim jaguarnews77.com, banyak orang tua murid yang berkeberatan karena tidak adanya dasar hukum yang kuat untuk pungutan tersebut dan banyak orang tua murid yang ingin menarik kembali anaknya untuk tidak bersekolah karena ketidak sanggupan untuk membayar biaya tersebut apalagi kondisi saat ini ditengah pandemi/wabah Covid-19.


    "Saya sih berkeberatan ya dengan adanya biaya sebesar ini, apalagi sikonnya kan lagi susah cari uang, suami juga di PHK dari pabrik, ngga cuma saya hampir semua orang kena dampak corona, jadi sepertinya saya akan tarik anak saya untuk tidak sekolah dulu lah" ujar kokom salah satu orangtua siswa baru MAN 1 Lebak.


    Ketum LSM Bentar achmad Yani mengatakan " alasannya selalu klasik, bukan pungutan tapi sumbangan, ngga ada urusannya dengan kepsek atau sekolah tapi komite, untuk menutupi kekurangan biaya yang tidak tertutup oleh dana BOS, kan seharusnya dihitung berapa kebutuhan yang diperlukan ajukan anggaran BOS nya dan "pertahankan" apa yang diajukan, kalaupun anggaran diberikan kurang ya gunakan semaksimal mungkin bukan malah membebankan ke orangtua murid, tidak ada dasar hukum yang kuat melakukan pungutan, program pemerintah sudah jelas Gratis pendidikan 12 tahun, hal ini jelas memberatkan orangtua wali murid apalagi kondisi saat ini pandemi covid-19 semua orang terkena dampaknya, banyak PHK dimana mana, saya akan konfirmasi hal ini ke kepsek MAN 1 Lebak dan ke kemenag Lebak serta Kemenag Provinsi Banten dan saya akan bawa persoalan ini ke Polda Banten".


    Oleh : Redaksi jaguarnews77.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini