• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    WN Australia Terdakwa Sodomi Anak di Bawah Umur Divonis 7 Tahun Penjara

    04/06/20, 21:56 WIB Last Updated 2020-06-04T14:57:43Z


    wn australia divonis 7 tahun kasus sodomi
    WN Australia menjalani persidangan online kasus sodomi (Foto: Istimewa)


    JAGUARNEWS77.com # Banyuwangi - Dustin Linklater, WNA asal Australia divonis bersalah atas kasus sodomi terhadap anak di bawah umur. Pria yang menetap lama di Banyuwangi ini divonis 7 tahun penjara.


    Dalam putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi yang digelar online, Hakim Nova Flory Bunda memvonis terdakwa 2 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 9 tahun penjara.


    "Terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana membujuk anak untuk berbuat cabul dengan total korban lebih dari satu orang, sesuai dengan dakwaan primer. Menjatuhkan pidana selama 7 tahun, denda 20 juta subside 6 bulan kurungan penjara," kata Hakim Nova saat membacakan vonis, Kamis (4/6/2020).

    Persidangan yang sedianya digelar pada pukul 11.00 Wib molor hingga pukul 15.30 Wib. Proses persidangan juga berlangsung tertutup untuk umum. Sejumlah awak media pun terpaksa harus menunggu di luar ruangan hingga persidangan berakhir.


    Sidang dilakukan secara virtual. Majelis Hakim memimpin persidangan di kantor PN Banyuwangi. Untuk jaksa penuntut umum dan kuasa hukum terdakwa menjalani persidangan di kantor Kejaksaan setempat. Sementara terdakwa, harus menjalani persidangan di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi.


    Saat dikonfirmasi, Jaksa Penuntut Umum Kejari Banyuwangi Gandhi Muchlisin membenarkan vonis yang dijatuhkan terhadap Dustin Linklater tersebut. Hakim menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 82 ayat 4 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.


    "Putusan hakim 7 (tahun),tuntutan kami 9 tahun kurungan penjara," kata Gandhi kepada detikcom.


    Atas vonis tersebut, lanjut Gandhi, pihak terdakwa merasa keberatan dan akan mengajukan banding ke tingkat selanjutnya.


    "Pihak terdakwa banding. Untuk JPU masih pikir-pikir," tambahnya.


    Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum terdakwa Moh. Zaini mengatakan banding langsung dilayangkan oleh kliennya sendiri. "Bukan saya yang nyampaikan banding. Tapi terdakwa sendiri. Karena belum mencerminkan rasa keadilan," kata Zaini kepada detikcom.


    "Alat bukti yang dihadirkan jaksa berupa visum itu sudah kita bantah di dalam persidangan. Itu adalah penyakit menular. Namanya penyakit gonorrhea. Nah, penyakit menular ini kan ada yang menulari dan ditulari. Itu yang sampai saat ini belum terjawab. Karena klien kita sehat dan tidak ada tanda-tanda penyakit itu berdasarkan pemeriksaan dokter ahli RSAL Ramlan," tambahnya.


    Ketika hasil visum terbantahkan, maka yang dijadikan dasar hanya dari keterangan saksi saja.


    "Saksinya itu ada dua. Kemudian pemeriksaan psikiater. Saat diperiksa klien kita menyampaikan apa adanya. Tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan. Bahkan juga ada ancaman suruh bayar hingga ratusan juta. Itu si korban sebelumnya sering melakukan hubungan itu dengan orang lain," tudingnya.


    Atas dasar itulah, tambah Zaini, kliennya merasa keberatan karena putusan majelis hakim tersebut belum mencerminkan rasa keadilan.


    "Terkait banding, akan kita koordinasikan lagi dengan terdakwa," tutupnya.


    Tonton juga 'Sodomi 15 Siswa, Guru di Surabaya Dituntut Kebiri Kimia':





    Sumber : detiknews.com
    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini