• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Daftar Kasino Tempat Terdakwa Jiwasraya Diduga Cuci Uang

    04/06/20, 14:23 WIB Last Updated 2020-06-04T07:25:21Z
    Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Heru Hidayat ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. ANTARA FOTO/Anita Permata Dewi/ama.
    Salah satu terdakwa korupsi dana PT Asuransi Jiwasraya, Heru Hidayat. (ANTARA FOTO/Anita Permata Dewi)


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - 
    Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas korupsipengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasrayayang merugikan negara Rp16,8 triliun untuk membayar judi kasino.


    Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung menyebut Heru menempatkan uang untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan pada rekening Freddy Gunawan. Dalam persidangan itu pun Jaksa menyebut kronologi waktu dan tempat-tempat kasino yang diduga digunakan untuk pencucian uang oleh terdakwa.


    "Terdakwa Heru Hidayat menyamarkan asal usul, sumber, lokasi, peruntukan atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan dengan cara melakukan penempatan uang dengan tujuan untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan pada rekening Freddy Gunawan," ungkap jaksa Bima Suprayoga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/6).


    Dalam surat dakwaan, jaksa mengungkap tiga tempat Heru membayar utang judi kasino, yakni Resort World Sentosa (RWS), Marina Bay Sand (MBS) dan Sky City di New Zealand.


    Freddy menempatkan uang pada Bank BCA dengan nomor rekening Giro 0827798979. Dari rekening tersebut kemudian digunakan untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sebesar Rp4,87 miliar pada 9 Juni 2017.



    Kemudian pada 13 Februari 2018 untuk renovasi lantai 4 gedung di Pantai Indah Kapuk sebesar Rp2,5 miliar.


    Selanjutnya pada 9 April 2018 uang itu digunakan untuk membuat kapal pinisi di Bira, Sulawesi Selatan sebesar Rp4 miliar.


    Berikut kronologi Freddy menempatkan uang pada Bank BCA dengan no. rekening giro 3863008979 dengan tujuan pembayaran judi di sejumlah kasino seperti dituduhkan oleh Jaksa dalam persidangan:


    1. Pada 24 Maret 2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp912 juta;


    2. Pada 18 Juni 2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp690 juta;


    3. Pada 14 Desember 2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp900 juta;


    4. Pada 23 Desember 2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500 juta;


    5. Pada 22 Januari 2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) dan RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp1 miliar;


    6. Pada 17 Maret 2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500 juta;


    7. Pada 29 April 2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp500 juta;


    8. Pada 16 Mei 2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500 juta;


    9. Pada 7 Juni 2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sejumlah Rp3,5 miliar;


    10. Pada 8 Juni 2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sejumlah Rp1,5 miliar;


    11. Pada 9 Agustus 2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp1,47 miliar;


    12. Pada 6 September 2016 sejumlah Rp2,2 miliar untuk membayar kasino MGM di Makau;


    13. Pada 23 November 2016 sejumlah Rp5 miliar dalam 2 kali transfer masing-masing Rp2,5 miliar untuk keperluan membayar kasino MGM di Makau;


    14. Pada 19 Juli 2013 sejumlah Rp11,070 miliar untuk membayar utang kasino di Makau;


    15. Pada 22 Juli 2013 sejumlah Rp10,044 miliar untuk membayar utang kasino di Makau.


    Atas perbuatannya ini, Heru didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang mengenai tindak pidana pencucian uang aktif dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.


    Mendengar dakwaan jaksa tersebut, Heru melalui penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi. (ryn/bac) 


    Sumber : cnnindonesia
    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini