• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Begini Cara Pelaku Pencabulan di Depok Menjerat Korban, Jumlahnya Diduga Banyak

    16/06/20, 20:14 WIB Last Updated 2020-06-16T13:15:29Z


    JAGUARNEWS77.com # Depok, Jabar - Terbongkarnya kasus  pencabulan anak-anak di rumah ibadah berawal ketika adanya kecurigaan dari pengurus rumah ibadah lainnya.


    Tersangka SM (42) kerap terlihat mengajak anak-anak yang tak lain merupakan korbannya masuk ke sebuah ruangan di rumah ibadah tersebut yang lantas mengunci ruangan dari dalam.


    "Awalnya pengurus lain curiga kemudian melakukan investigasi internal, salah satunya dengan menanyakan langsung ke korba. Namanya anak-anak, korban lantas menceritakan perlaku tersangka saat berada di dalam ruangan tersebut," ujar Kapolres Metro Depok Kombes Pol Aziz Andriansyah, Senin (15/6/2020).


    Sementara itu,  SM (42) mengaku kepada polisi bahwa dirinya telah melakukan aksi penyimpangan tersebut sejak tahun 2000-an.

     Aziz Andriansyah mengatakan latar belakang masa kecil tersangka menjadi salah satu pemicu penyimpangan seks yang dilakukan SM terhadap anak-anak di bawah umur.


    "Tersangka mengakui, dulu semasa kecilnya pernah menjadi korban pelecehan dan juga melihat sendiri pelecehan tersebut secara langsung," kata Aziz.


    Meski demikian, Aziz tak dapat memastikan di awal tahun 2000-an tersebut tersangka melakukan pencabulan sama dengan yang dilakukannya saat ini  atau suka sama suka.


    "Korbannya memang semua laki-laki, tetapi kita nggak tahu sebelum kasus ini, tindakan tersebut dilakukan suka sama suka atau seperti apa, karena sejauh ini baru dua orang korban yang melaporkan," tutur Aziz.



    SM sendiri merupakan salah seorang pengurus di sebuah rumah ibadah yang berlokasi di kawasan Kecamatan Pancoran Mas, Depok, yang telah bekerja selama kurang lebih tiga tahun.


    "Dia juga mengaku berprofesi sebagai konsultan, konsultan apa saja," kata Aziz.


    Kecurigaan terhadap tindak tanduk tersangka sebelumnya tidak pernah dirasakan oleh sesama pengurus ataupun orang dilinkungan rumah ibadah tersebut.


    Aziz bahkan mengatakan, jika sebelumnya tersangka dicurigai memiliki seks menyimpang, maka tidak akan diangkat sebagai pengurus.


    "Ya ketahuannya dia punya perilaku seks menyimpang itu ya baru-baru ini," akunya.


    Para korbannya pun merupakan jamaah di rumah ibadah tersebut yang kerap mendatangi rumah ibadah untuk mengikuti ibadah maupun melakukan pelayanan di rumah ibadah tersebut.


    "Korban ini memang semuanya di bawah umur, belasan tahun lah usianya dan laki-laki semua," katanya.


    Sumber : wartakotalive.com

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini