• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Tak Hanya Jakarta, BNPB Tetapkan Siaga Rob

    07/06/20, 18:43 WIB Last Updated 2020-06-07T11:44:46Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan peninnjauan lokasi banjir rob di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Minggu (7/6/2020). Berdasarkan pantauan BNPB melalui aplikasi wxTide, tercatat potensi pasang tertinggi wilayah DKI Jakarta terjadi, pada 8-9 Juni 2020. Tapi, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyatakan rob dan banjir akibat intensitas hujan tinggi juga tetap berpotensi di banyak wilayah, dan tidak hanya di Jakarta.


    “Kita imbau warga untuk siaga dan waspada terhadap bahaya rob,” kata Raditya, Minggu (7/6/2020).


    Menurut Raditya, banjir rob juga terjadi hampir di sepanjang wilayah Pantai Utara Jawa atau Pantura. Bahkan, kata dia, banjir rob juga berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Banten dan Jambi.


    Banjir di wilayah jalur Pantura, Jawa tengah.(Dok.Ist)


    Pusdalops BNPB juga memantau fenomena rob akibat pasang air laut di wilayah Jawa Tengah yang terjadi, Jumat lalu (5/6/2020). Enam wilayah administrasi setingkat kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengalami rob, yakni di Kota Tegal dan Semarang, Kabupaten Batang, Demak, Kebumen, Pemalang, Brebes dan Kendal.


    Selain itu, dia menyatakan ketinggian muka air beragam di beberapa wilayah Jawa Tengah.


    "Bahkan, di Kabupaten Kebumen, tinggi muka air dari 250 hingga 600 cm," ungkap dia.


    Menyikapi banjir rob di Jawa Tengah, kata dia, BPBD provinsi dan kabupaten, serta kota telah memonitor guna memperingatkan warga. Siaga dan waspada terhadap potensi bahaya banjir rob telah ditetapkan.


    Intensitas Hujan 


    Peristiwa bencana alam banjir di sejumlah wilayah juga dikatakannya terjadi, Sabtu (6/6/2020). Banjir melanda wilayah seperti di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.


    "Banjir melanda dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu di Kabupaten Luwu dan Sidenreng. Sedangkan banjir di Kalimantan Selatan melanda Kabupaten Tanah Bumbu," ungkap Raditya.


    Sebanyak 12 desa di empat kecamatan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan terdampak banjir. Nama 12 desa itu adalah Desa Keppa, Rantebelu, Riwang, Buntumatabing, Bilante (Kecamatan Larompong), Desa Temboe dan Sampano (Lamporong Selatan), Kelurahan Suli dan Desa Buntu Kunyi (Suli), serta Kelurahan Lindajang dan Desa Buntubarana (Suli Barat).


    Banjir di wilayah Sulawesi Selatan. (Dok.BNPB)


    Lebih dari 200 rumah terendam di wilayah terdampak.


    "Tak hanya merendam rumah, genangan juga merendam sawah dan fasilitas sekolah, ibadah dan jembatan. Tinggi muka air beragam dari 100 hingga 200 cm," kata Raditya.


    Dia juga menjelaskan penyebab banjir di sejumlah desa Sulawesi Selatan.


    “Banjir dipicu salah satunya oleh intensitas hujan tinggi. Sehingga debit air sungai setempat meluap,” terang Raditya.


    Kabupaten Sindenreng Rappang, Sulawesi Selatan merupakan satu kabupaten mendapat perhatian BNPB. Genangan berlokasi di Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase. “Kronologi banjir berawal dari hujan dengan intensitas tinggi,” ujar dia.


    Terakhir, banjir dijelaskannya juga terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan.


    "Banjir melanda lima desa. Yaitu di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu pada Sabtu (6/6/6/2020) kemarin," terang dia.


    Lima desa itu adalah Desa Damar Indah, Wonosari, Sungai Dua Laut, Sari Mulya dan Sebamban Baru.


    "Sejumlah 201 rumah terendam di wilayah ini (Kalimantan Selatan, red). Minggu ini (7/6), air genangan berangsur surut," kata dia.


    (Foto: BNPB)


    Sumber : rri.co.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini