• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Diduga Fiktif, Ponpes Salafi di Kecamatan Maja Mendapat Dana Hibah Provinsi

    24/06/20, 20:43 WIB Last Updated 2020-06-24T13:43:34Z
    JAGUARNEWS77.com # Lebak - Anggaran Dana Hibah Tahun 2020 yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp 117 miliar bagi 3.926 Pondok Pesantren menuai kontroversi. 


    Pasalnya, dana hibah sebesar Rp 30 juta yang dibagikan ke masing masing pondok pesantren diduga tidak tepat sasaran dan terindikasi fiktif. 


    Yang dimaksud fiktif disini,  tidak sesuai dengan peruntukannya. Misalnya pondok pesantren yang sudah beberapa tahun tidak lagi mengadakan kegiatan dan tidak ada satupun santri yang mengaji, tapi masih menjadi penerima dana hibah ini. 


    Sebagai contoh, Pondok pesantren Darul Mutaqien yang berada di Kecamatan Maja ini menurut hasil penelusuran tim media dilapangan, pondok pesantren itu sudah hampir 10 tahun tidak lagi memiliki santri dan mengadakan kegiatan belajar ilmu agama. 


    Jaenudin selaku pengasuh pondok pesantren dirinya mengaku tidak merasa mengajukan diri agar mendapatkan dana tersebut. Tapi salah satu pengurus FSPP ( Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren) Kecamatan Maja menyampaikan bahwa semuanya dia yang akan mengatur. 


    "sabenerna mah kula isin ari kudu ngusulkeun mah, ja rumasa kobongna geh eweuh nu ngeusi, tapi manehna ngomong, tenang bae lah ieu mah urusan kami" ujarnya dalam bahasa sunda. Bahkan menurutnya, bantuan Dana Hibah tersebut baru dia terima setelah Hari Raya Iedul Fitri kemarin, sedangkan yang lain justru sudah menerima sebelum bulan Ramadhan.


    Ditempat terpisah, Ustadz Uyung selaku Plt Ketua FSPP Kecamatan Maja menyampaikan perihal pondok pesantren yang sudah tidak memiliki kegiatan menurutnya dengan adanya bantuan dana hibah itu diharapkan kedepan akan ada santri lagi yang mau belajar ilmu agama dipondok pesantren tersebut, jelasnya saat ditemui dikediamannya selasa (23/06/20).


    Reporter : Bardha Khaswandha
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini