• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Terindikasi Korupsi Dan Banyak Permainan Akal-Akalan, Proyek Pekerjaan Drainase Permukiman Pengelolaan Resiko Banjir (FMSRB) Rangkasbitung di Soal

    17/05/20, 18:13 WIB Last Updated 2020-05-17T11:14:33Z
    JAGUARNEWS77.COM # Lebak - Kegiatan pengelolaan resiko banjir (FMSRB) berupa pembangunan drainase permukiman di Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2020 diduga bermasalah. 


    Pasalnya, kegiatan yang didanai FMSRB Loan ADB ini diketemukan banyak kejanggalan. Hal tersebut dikatakan aktifis LSM Bentar Didin Saripudin ketika ditemui wartawan di kantornya, minggu (17/5/2020). 

    Menurut Pudin, kejanggalan-kejanggalan yang diketemukan diantaranya, pelaksanaan kegiatan diduga tidak sesuai juknis, tidak adanya ekspos (Sosialisasi) sebelum realisasi kegiatan, perencanaan yang tidak matang, para Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB) selaku pelaksana pembangunan tidak dibekali dokumen kontrak, para TPM (Pendamping) tidak difungsikan serta adanya dugaan pungutan sebesar Rp. 4 - 5 juta per kelompok dalam pembuatan laporan (Spj). " Bahkan hasil investigasi kami di lapangan, ada beberapa pekerjaan fisik yang didahulukan padahal RAB belum ada dan anggaran pun belum dicairkan, ko bisa ya ?," kata Pudin. Seperti diketahui, lanjut Pudin, sebanyak 61 titik /kelompok di Kabupaten Lebak telah mendapatkan bantuan pembangunan drainase permukiman FMSRB dan semua pembangunan drainase ini dinilai tidak tepat karena lokasinya jauh dari Daerah Aliran sungai (DAS), kegiatan ini didanai oleh Asian Development Bank (ADB) sebanyak Rp. 4 milyar melalui Kementrian Dalam Negeri. " Di Lebak ini liding sektornya melalui bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, mereka lah yang bertanggungjawab atas semua pelaksanaan kegiatan. Atas dugaan ketidak-beresan dalam proyek ini, saya akan laporkan ke APH dan Menteri Dalam Negeri," imbuhnya.


    Oleh : Redaksi jaguarnews77.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini