• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Lebak Batal Laksanakan Tradisi Seba Baduy

    31/05/20, 17:57 WIB Last Updated 2020-05-31T11:03:15Z






    Pembatalan itu ditandatangani Bupati Iti Octavia dengan menindaklanjuti usulan tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar perihal pelaksanaa Seba Badui 2020," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Riswahayadin di Lebak, Sabtu (30/5/2020).


    Pemerintah daerah membatalkan pelaksanaan "Seba Badui" berdasarkan surat bupati dengan mempertimbangkan surat keputusan Presiden RI nomor 12 tahun 2020 tentang penetapan bencana non alam tentang penyehatan Covid-19 sebagai bencana nasional.


    Selain itu, juga mempertimbangkan keputusan maklumat Kepolisian RI Nomor Mak/02/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyehatan virus Corona, serta keputusan Bupati Lebak nomor 366/Kep 202-BPBD/2020 tentang penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah akibat Covid-19.


    Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pihak pihak terkait sebagai upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 juga untuk melindungi warga Badui dari paparan virus Corona.

    Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak melaksanakan kegiatan perayaan Seba Badui yang digelar Sabtu (30/5/2020) malam.

    "Kami membatalkan Seba Badui juga pertimbangan adanya dua warga Lebak positif Covid-19 dan kini menjalani perawatan medis di RSUD Banten," katanya.


    Ia mengatakan, pelaksanaan Seba Badui itu rencananya dilaksanakan sederhana sehubungan pandemi Covid-19 dan dihadiri Bupati Lebak.

    Pelaksanaannya digelar 30 Mei 2020, namun adanya warga Lebak positif terpapar Covid-19 akhirnya direkomendasikan tidak dilaksanakan Seba Baduy.


    Begitu juga obyek wisata pun ditutup sambil waktu tidak tertentu guna mencegah penyebaran COVID-19.


    "Kami belum mengetahui kapan berakhir pandemi COVID-19 itu sehingga objek wisata kembali dibuka," katanya.


    Seba Baduy


    Tradisi ini merupakan ritual khas masyarakat Baduy atau biasa disebut Urang Kanekes. Ini merupakan tradisi leluhur berupa menyerahkan hasil bumi.


    Seba sendiri berarti seserahan. Aneka hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, sayuran, dan palawija dibawa dalam pawai sepanjang ratusan kilometer.


    Ritual ini biasanya diikuti ribuan masyarakat Baduy Luar maupun Dalam. Dengan pakaian khas Baduy, mereka berjalan membawa hasil bumi.


    Baduy Luar atau Baduy Pendamping, ditandai dengan pakaian hitam dan ikat kepala biru. Sementara itu, Baduy Dalam atau Urang Jero memakai busana dan ikat kepala putih. Urang Jero bisa dijumpai di Kampung Cibio, Cikawartana, dan Cikeusik. 


    Sumber : kompas.com

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini