• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Ngaku Kasihan pada Sri Mulyani, Bhima Yudhistira Sindir Politisi di Kabinet: Kayak Berjuang Sendiri

    23/05/20, 22:37 WIB Last Updated 2020-05-23T15:40:08Z

    Ngaku Kasihan pada Sri Mulyani, Bhima Yudhistira Sindir Politisi di Kabinet: Kayak Berjuang Sendiri
    Kolase YouTube/KompasTV/Refly Harun
    Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira (kiri), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan). Bhima Yudhistira blak-blakan mengaku kasihan pada Sri Mulyani. 

    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira blak-blakan mengaku kasihan pada Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani.


    Dilansir TribunWow.com, Bhima Yudhistira menyebut Sri Mulyani kini seolah bekerja seorang diri di masa pandemi Virus Corona.


    Menurut dia, di periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sri Mulyani dikelilingi politisi yang tak handal betul mengurus ekonomi.


    Hal itu disampaikan Bhima Yudhistira melalui tayangan YouTube Refly Harun, Sabtu (23/5/2020).


    Sri Mulyani menjelaskan mengenai pinjaman yang dilakukan pemerintah sebagai sarana pembiayaan negara di masa pandemi Virus Corona, Kamis (14/5/2020).
    Sri Mulyani menjelaskan mengenai pinjaman yang dilakukan pemerintah sebagai sarana pembiayaan negara di masa pandemi Virus Corona, Kamis (14/5/2020). (YouTube KompasTV)

     

    Pada kesempatan itu, Bhima mulanya mengungkapkan kekagumannya pada sosok Sri Mulyani yang dikenal cerdas.


    "Saya sangat respect dengan Ibu Sri Mulyani secara personal, dia latar belakangnya teknokrat," jelas Bhima.


    "Kemudian juga akademisi dan punya pengalaman birokrasi yang panjang kan."


    Tak hanya soal kecerdasan, Bhima mengaku kagum pada Sri Mulyani yang sudah berkali-kali dipercaya menjadi menteri.

    Namun, kini Bhima justru merasa sedih melihat Sri Mulyani bekerja sendiri memperbaiki ekonomi.


    "Ada berapa presiden tuh, ada Pak SBY juga kan itu dia jadi menteri keuangan," terang Bhima.


    "Saya melihat yang saya sedih adalah Bu Sri Mulyani seperti berjuang sendirian."


    Lantas, Bhima menyoroti banyaknya politisi di lingkungan Sri Mulyani.



    Menurut dia, kualitas kerja Sri Mulyani kalah dengan banyaknya politisi di lingkup kementerian ekonomi.


    "Teknokratnya akan kalah terhadap kungkungan oligarki, coba aja lihat tim ekonominya," ungkap Bhima.


    "Kan banyak orang-orang dari parpol latar belakangnya, jadi bisa dibayangin rapat pertama itu Sri Mulyani harus menjelaskan apa itu dasar makro ekonomi."


    "Itu yang saya kasihan, mau kemudian teknokrat apapun kelihatannya akan dikalahkan oleh politik jangka pendek," imbuhnya.


    Lebih lanjut, Bhima menyebut sempat menyaksian diskusi Sri Mulyani dengan sejumlah pengamat.


    Terkait hal itu, ia pun menyinggung soal kisruh Kartu Prakerja.


    "Jadi saya itu beberapa minggu yang lalu dengeri Bu Sri Mulyani ngundang beberapa pengamat, kita ngobrol via zoom," terangnya.


    "Kemudian ada pertanyaan soal Kartu Prakerja."


    Bhima mengatakan, Kartu Prakerja sama sekali tak dibutuhkan oleh para pencari kerja.


    Bahkan, ia menyebut Kartu Prakerja hanya memberikan pelatihan abal-abal yang banyak tersedia di YouTube.


    "Kan seharusnya kalau benar-benar teknokrat itung-itungannya kan jelas bahwa Kartu Prakerja ini jelas enggak menyelesaikan masalah."


    "Karena pengangguran enggak butuh pelatihan yang sorry to say ya, abal-abal, yang di YouTube banyak yang lebih berkualitas," tukasnya.


    Simak video berikut ini menit ke-28.22:

     


    Ajak Belva Berdebat


    Pada kesempatan itu, sebelumnya Bhima Yudhistira sempat mengajak mantan Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), Belva Devara berdebat soal Kartu Prakerja.


    Dilansir TribunWow.com, sebelumnya Belva Devara mengundurkan diri sebagai Stafsus Milenial Jokowi karena dianggap memanfaatkan proyek Kartu Prakerja untuk kepentingan pribadi.


    Terkait hal itu, Bhima Yudhistira mengaku hingga kini ajakannya debat itu belum juga mendapat jawaban dari Belva.


    Jika Belva berhalangan, ia bahkan menantang stafsus milenial lainnya untuk berdebat dengannya soal Kartu Prakerja.


    Pernyataan Bhima Yudhistira itu pun memancing reaksi Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.


    "Jadi ketika kemudian saya melihat 'Ini kok ada milenial pakai embel-embel stafsus milenial, di sisi lain dia punya konflik kepentingan sama program kartu prakerja'," ucap Bhima.


    "Tapi dia kemudian pura-pura enggak tahu."


    Bhima mengaku, mengajak debat Belva untuk mengetahui konsep pemikiran stafsus milenial Jokowi.


    Meskipun begitu, ia menyebut enggan ribut-ribut dan memilih berdebat secara damai jika Belva memenuhi ajakannya.


    "Jadi saya coba pengin lihat sebenarnya konsepnya milenial di ring 1 presiden itu seperti apa," jelas Bhima.


    "Kemudian kita adu gagasan aja, biasa aja sih."


    Lebih lanjut, hingga kini Bhima mengaku belum ada tanggapan dari Belva terkait ajakan debatnya itu.


    Bahkan, ia turut menantang stafsus Jokowi yang lain untuk berdebat soal Kartu Prakerja.


    "Saya udah WA, saya udah bilang ke teman-teman stafsus lainnya, kalau Belva enggak bisa dibantuin lah 7 lawan 1," ujar Bhima.


    "Bercandanya begitu ya, tapi enggak dijawab juga. "


    Pernyataan Bhima itu pun lantas ditanggapi candaan Refly Harun.


    Ia mengatakan, ajakan debat Bhima itu menjadi tantangan bagi Jokowi yang merekrut stafsus milenial.


    Tak hanya itu, Refly juga menyebut Jokowi begitu membanggakan ketujuh stafsus milenial itu sejak awal pelantikan.


    "Wah ini tantangan Presiden Jokowi ya, membangga-banggakan 7 staf khusus," ucap Refly.


    "Ini ada 1 anak muda yang berani dikeroyok 7 orang, kayak pendekar silat ya zaman silat dulu ya."


    "Biasanya 7 pendekar itu yang nantangin, tapi ini satu berani nantang yang 7," tandasnya.


    Sumber : tribunwow.com

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini