• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Jalani Proses Pendampingan, "Mawar" Masih Trauma

    30/05/20, 14:23 WIB Last Updated 2020-05-30T07:26:00Z


    Petugas Perlindungan Anak Kemensos RI penempatan Dinas Sosial Buton Selatan La Ode Muhamad Yamin mengatakan, Mawar merupakan korban kekerasan seksual yang dilakukan seorang kakek LJ (58) yang tidak lain adalah kerabat dekat korban, (saudara dari kakeknya).


    “Berdasarkan hasil wawancara, dari segi kesehatan korban sering merasakan sakit di area vital, dan saat mengingat kejadian yang menimpanya korban merasa sedih dan menunjukan tanda-tanda trauma,” kata Yamin pada RRI, Sabtu (30/5/2020).


    Yamin mengungkapkan, dari hasil assesment atau penilaian dilakukan, korban yang sudah lama tidak mengenyam pendidikan formal ini, ternyata telah dua kali mendapatkan tindak kekerasan seksual dilakukan oleh tersangka LJ. Mawar juga diketahui berasal dari keluarga yang serba kekurangan.


    “Pendampingan ini kami lakukan karena setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tegasnya.


    Ia meyakini, bersama pihiak keluarga korban akan mengawal kasus ini hingga ke persidangan, dan memastikan tersangka mendapatkan hukuman seberat-beratnya agar tidak ada lagi ada kejadian serupa di kemudian hari.


    “Mengingat korbannya masih di bawah umur maka pelakunya harus dihukum seberat-beratnya,” tambahnya.


    Seperti diketahui, terkuaknya kasus ini bermula ketika Mawar terlambat pulang kerumah pada malam lebaran lalu, Sabtu (23/5/2020). Korban sempat pamit untuk pergi bermain kembang api kerumah pamannya.


    Ternyata setibanya di sana, korban bertemu tersangka. Korban yang masih polos kemudian di bujuk dan diancam oleh tersangka untuk pergi membeli kembang api. 


    Bukannya membeli kembang api Mawar di bawa sang kakek ke rumah kebun yang cukup jauh dari pemukiman warga. Disanalah tidak kekerasan seksual itu terjadi.


    “Kami berharap melalui UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak semua instansi yang terkait berdasarkan MoU perlindungan anak agar bersama-sama ikut andil dalam penanganan kasus ini,” terangnya.


    Saat ini tersangka sudah mendekap di ruang tahanan Polsek Batauga Polres Buton untuk menjalani proses hukum.


    Dengan adanya kasus Mawar ini menambah catatan panjang kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Buton Selatan.


    Tercatat hingga akhir Mei 2020, di Kecamatan Batauga sudah ada empat kasus kekerasan seksual terhadap anak (persetubuhan), dan satu kasus Anak Berhadapan Hukum (ABH)


    Sumber : rri.co.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini