• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Kasus Kekerasan Dialami ABK WNI Ditindaklanjuti Bareskrim

    30/05/20, 14:12 WIB Last Updated 2020-05-30T07:14:03Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah menyambut, pemulangan 9 Anak Buah Kapal (ABK) bekerja pada kapal milik perusahaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rongcheng Ocean Fishery Co.Ltd. 


    Para ABK tiba itu, tiba pada Jumat (29/5/2020) malam, dengan menggunakan maskapai Airlines OZ 761 tujuan Incheon-Jakarta di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Usai penyambutan 9 ABK ini, kemudian dilakukan serah-terima ke Bareskrim Polri untuk tindak lanjut penanganan dugaan kasus kekerasan dialami mereka.


    "Ini babak baru, membangun sinergi dan energi positif bersama-sama bekerja dan bekerja bersama, bahu membahu memberikan pelindungan bagi PMI, termasuk ABK," kata Benny dalam keterangan tertulis diterima RRI, Sabtu (30/5/2020).


    "Setelah ini ke-9 PMI ABK akan kita antar ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta dan diserah terimakan melalui Kepala UPT BP2MI Jakarta. Mereka akan dikarantina, sebelum kembali ke daerah asal. Pemulangan mereka nantinya, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan," imbuhnya.


    Benny memastikan, pemerintah terus membangun sinergi bersama dalam mengatasi persoalan PMI ABK. 


    "Kami akan terus bersinergi untuk memberikan pelindungan kepada semua PMI ABK, ini adalah momentum perbaikan tata kelola pelindungan PMI ABK. Bagi saya, mereka adalah warga negara VVIP, dan BP2MI wajib memberikan pelindungan kepada mereka dari ujung rambut sampai ke ujung kaki," imbuhnya. 


    Menurutnya, kepulangan ke-9 PMI ABK di tanah air, merupakan tindak lanjut dari pengaduan telah diterima BP2MI. Para ABK tersebut mengadukan perihal jam kerja melebihi ketentuan dan gaji yang belum dibayarkan, baik gaji di atas kapal, gaji yang dikirimkan ke rumah, dan gaji memancing seperti dijanjikan kapten kapal.


    Diungkapkan, gaji yang diterima mereka sebesar Rp650.000,- atau setara USD 50. Mereka juga mengadu mendapatkan perlakuan tidak layak dari kapten dan ABK Cina, mulai dari perkataan hingga tindakan fisik.


    "Selain mendapat kekerasan, mereka juga mendapatkan ancaman dari manning agency Indonesia (Amay). Jika mereka tidak mau kembali ke kapal, maka tidak akan bisa pulang. Adapun agen perekrut 9 ABK yaitu PT Maritim Samudra Indonesia (MSI), PT Rimba Ciptaan Indah (RCI), dan PT Novarica  Agatha Mandiri," ujar Benny.


    Dikatakan, BP2MI melalui penasehat hukum telah berkomunikasi dengan ABK dan manning agency. Penanganan awal dilakukan adalah dengan meminta manning agency untuk menjamin asupan makanan bagi para ABK agar tidak kelaparan selama berada di mess.


    BP2MI, lanjutnya, juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri karena permasalahan ke-9 PMI ABK tersebut diduga merupakan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).


    "Dalam penanganan masalah ini, BP2MI juga telah berkoordinasi dengan Perwakilan RI dan tetap menindaklanjuti penanganan pengaduan hingga seluruh hak-hak ABK terpenuhi. Tentunya bekerjasama dengan Bareskrim, perwakilan RI, dan Kementerian Ketengakerjaan," pungkasnya.


    Sebagai informasi, berdasarkan data diterima BP2MI dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per tanggal 29 Mei 2020, terdapat 8.615 WNI repatriasi telah terdaftar oleh tim Gugus Tugas.


    Sebanyak 2.590 WNI diantaranya tengah menjalani masa karantina di tempat yang telah disediakan, sementara 6.025 WNI telah selesai menjalani karantina dan kembali ke daerah asalnya, 535 WNI dinyatakan positif Covid-19, mengikuti test Swab PCR 245 orang, dan rapid test 290 orang.


    Sumber : rri.co.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini