• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    5.000 Buruh PT Nikomas di PHK

    15/05/20, 19:14 WIB Last Updated 2020-05-15T12:17:09Z


    JAGUARNEWS77 # Serang  - PT Nikomas Gemilang yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Jakarta Kilometer 71, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, pekan depan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.000 karyawannya. PHK massal tersebut dilakukan karena perusahaan kesulitan mendapatkan bahan baku dan menjual produknya akibat terdampak penyebaran Covid-19.


    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang R Setiawan mengatakan, terkait PT Nikomas Gemilang telah berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Serang terkait dengan PHK tersebut. "Minggu kemarin dari PT Nikomas datang ke sini (disnakertrans-red). Rencananya ada program pengunduran khusus secara sukarela, tahap pertama 5.000 orang," kata Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/5).


    Pengunduran khusus secara sukarela juga dilakukan secara bertahap setelah evaluasi tahap pertama dilakukan oleh pihak perusahaan. "Jadi pengunduran khusus itu bukan dirumahkan tapi diPHK. Alasan perusahaan, event-event olahraga tingkat internasional pada diundur, buyernya juga rata-rata Eropa sama Amerika, tapi di Eropa juga sedang lockdown. Jadi pengunduran diri secara sukarela opsi terakhir yang diambil perusahaan," ujarnya.


    Setiawan menjelaskan, pihak perusahaan telah menawarkan kebijakan pengunduran khusus secara sukarela tersebut kepada para karyawannya. "Informasinya penawaran yang diberikan, banyak karyawan yang mengajukan untuk mundur, tapi nanti diseleksi oleh perusahaan. Rencananya akhir Mei harus sudah ada keputusan. Untuk hak-haknya tetap diberikan, gaji dan THR (tunjangan hari raya)-nya juga dibayarkan," tuturnya.


    Namun untuk pengunduran khusus secara sukarela tahap dua dan selanjutnya, mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Serang itu mengaku belum mengetahui kapan akan dilakukan. "Kalau pandemi Covid-19 ini sampai akhir tahun, ancer-ancer perusahaan yang akan di PHK sekitar 15.000 orang karyawan. Memang PT Nikomas ini kan bahan bakunya masih impor terus produksinya juga sesuai order. Total karyawan sekarang 54.000 orang," paparnya.


    Selain PT Nikomas Gemilang, perusahaan lain yakni PT Parkland World Indonesia (PWI) dan PT Yasunaga Indonesia yang juga memproduksi sepatu telah melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya. "Dari dua perusahaan itu sudah ada 234 orang karyawannya yang diPHK. Kemudian ditambah lagi 30 orang. Kalau karyawan yang sudah dirumahkan di Kabupaten Serang sampai saat ini sudah ada sekitar 1.400 orang," katanya.


    Bagi karyawan yang terkena PHK dan dirumahkan, disnakertrans saat ini hanya bisa memfasilitasi mereka untuk mengikuti pelatihan di program prakerja. "Paling kita dorong untuk masuk ke pelatihan program prakerja. Tapi kan masuk ke prakerja juga tidak mudah karena kan banyak pegawai yang memiliki keterbatasan untuk mengaksesnya. Kita buka posko juga tapi waktu kita akses cukup sulit juga biar bisa masuk ke prakerja," ungkapnya.


    Selain itu, Setiawan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang agar mereka yang dirumahkan dan PHK khususnya warga Kabupaten Serang bisa mendapatkan bantuan. "Kita sudah koordinasi dengan dinsos tapi ada kendala harus pakai KK (kartu keluarga). Kita menyampaikan ke perusahaan minta ditambahin datanya dengan KK tapi memang perusahaan rada susah. Waktu daftar kan ada KK yang diserahkan," katanya.


    Humas PT Nikomas Gemilang Rina Marina membenarkan jika perusahaannya akan melakukan PHK terhadap 5.000 karyawan. "Iya pak itu benar (melakukan PHK-red). Perusahaan terdampak pandemi Covid-19 seperti kesulitan mendapatkan bahan baku, kesulitan ekspor karena beberapa negara tujuan ekspor lockdown. Kemudian beberapa event olah raga ditunda seperti olimpiade Tokyo sehingga mengakibatkan turunnya order," ujar Rina.


    Ia mengungkapkan, keputusan pengunduran khusus secara sukarela tersebut akan diumumkan pekan depan. "Keputusannya akan diumumkan tanggal 20 Mei. Banyak yang bersedia (mundur secara sukarela-red)," tuturnya.


    Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Suja'i A. Sayuti berharap pihak PT Nikomas Gemilang bisa mempertimbangkan kembali rencana PHK massal tersebut. "Kalau bisa tidak terjadi PHK karena itu akan berimbas pada bertambahnya pengangguran. Tapi kalau tetap dilakukan karena keadaan ekonomi tentunya pemerintah harus berusaha memfasilitasi jangan sampai ada karyawan yang dirugikan dan hak-hak pekerja tidak diabaikan," katanya.


    Politisi Gerindra itu juga mendorong agar Pemkab Serang mencarikan solusi bagi para karyawan yang dirumahkan dan d PHK selain memperjuangkan hak-hak mereka. "Harus ada solusi bagi mereka agar mereka tidak menganggur. Apakah diberikan pelatihan agar bisa berwirausaha atau pemda mencari investor lain yang bergerak di bidang lain yang bisa menampung mereka," tuturnya.


    Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Al Hamidi mengatakan, dari laporan terakhir, sekitar 7.500 pekerja telah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 25.000 lainnya dirumahkan. Kebijakan tersebut diambil lantaran perusahaan mengalami kesulitan akibat pandmei Covid-19. “Ada (yang di-PHK), sudah 7.500 lebih, 25.000 yang dirumahkan dari 20.020 perusahaan,” ungkapnya.


    Pria berkumis tebal itu menegaskan, untuk perusahaan yang merumahkan karyawannya untuk tetap dapat memenuhi kewajibannya membayar gaji karyawan. Untuk besarannya perusahaan harus menjalin kesepakatan dengan karyawan. Ia juga mengimbau, kepada karyawan yang di-PHK segera mendaftar kartu pra kerja untuk mendapat bantuan dari pemerintah pusat.


    “Teman-teman yang dirumahkan ini tentu kita berharap masih dibayar upah berdasarkan kesepakatan. Untuk yang di-PHK segera mendaftar kartu pra kerja secara mandiri, itu bisa dapat konpensasi selama empat bulan," pungkasnya



    Sumber : bantenraya.com
    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini