• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Jabar Hari Ini: Belasan Jenazah Keluar Dari Kubur Karena Hujan Deras - Dokter di Cianjur Positif Corona

    04/05/20, 14:41 WIB Last Updated 2020-05-04T07:44:34Z

    Sebanyak 12 jenazah yang tergerus longsor di TPU Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat berhasil dievakuasi. Rencananya jenazah akan dimakamkan kembali di TPU tersebut.
    Foto: Wisma Putra/detikcom


    jaguarnews77.com # Bandung - Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat, hari Ini, Sabtu (2/5/2020). Dari mulai kejadian TPU Cikutra diterjang longsor hingga penetapan PSBB di Jawa Barat yang akan berlaku Tanggal 6 Mei 2020 mendatang di 27 kabupaten kota di Jawa Barat.



    TPU Cikutra Bandung Tergerus Longsor


    Hujan deras yang mengguyur Bandung semalaman, membuat makam TPU Cikutra Kota Bandung longsor. Belasan terbawa hanyut longsoran. Jenazah terlihat munjuntai di tebing yang longsor.


    Pantauan detikcom, Sabtu (2/5/2020) puluhan warga RT 06 RW 02, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler bersama petugas TPI Cikutra melakukan evakuasi nisan yang masuk ke aliran Sungai Cidurian.


    "Kejadiannya kemarin malam, hujan besar, sekitar Pukul 22.30 WIB," kata Ketua RW 06 Entus Heriana kepada detikcom di lokasi kejadian.


    Dalam kejadian ini, warga dan petugas berhasil mengevakuasi 11 jenazah, sementara satu jenazah hanyut terbawa arus sungai.


    "Pertama di bawah ada empat (jenazah)," kata Petugas TPU Cikutra Benny di lokasi kejadian.


    Sedangkan yang menjuntai di atas tebing ada tujuh jenazah. "Di atas ada tujuh. Jadi sebelas," ujarnya.


    Ditambah, satu jenazah yang terbawa aliran Sungai Cidurian, jadi total jenazah akibat longsor itu ada 12.


    Tidak berselang lama, satu jenazah yang terbawa aliran Sungai Cidurian ditemukan sekitar dua kilometer dari TKP longsor.


    Kapolsek Cibeunying Kidul Kompol Anton mengatakan, jenazah tersebut ditemukan di aliran sungai.


    "Ditemukan mayat yang terbawa aliran sungai yang diduga sudah dikubur," kata Anton.


    "Identitas belum diketahui, karena mayat tersebut mayat yang sudah dikubur," ujarnya.


    Ia menambahkan, jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang.


    "Ciri-cirinya, tinggal tulang, kepalanya tidak terlihat karena kondisinya telungkup," tambahnya.


    Dari 12 jenazah yang ditemukan, hanya empat jenazah yang diketahui identitasnya, di antaranya Ajir Taman dimakamkan tahun 2014, Ibu Enok dimakamkan tahun 1984, Tohir dimakamkan tahun 1999 dan Shintia Mardiana dimakamkan tahun 2017.


    12 jenazah yang tergerus longsor itu, kembali dimakamkan di TPU Cikutra di lokasi lebih aman dan jauh dari lokasi tebing longsor tersebut.


    Ridwan Kamil Pastikan 6 Mei PSBB Jabar Berlaku di 27 Kabupaten dan Kota


    Gubernur Jawa Barat Ridwan mengatakan eskalasi penyebaran virus corona (COVID-19) turun sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bodebek dan Bandung Raya.


    Untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Jabar, PSBB diberlakukan akan dilakukan di 27 kabupaten kota di Jawa Barat, Rabu (6/4/2020).


    "Kemarin, Jumat (1/5) kami mendapat surat persetujuan terkait pelaksanaan PSBB di skala provinsi. Seperti kita tahu, pelaksanaan PSBB skala provinsi ini melengkapi dua zona PSBB Bodebek dan Bandung Raya," kata Ridwan Kamil.


    Kang Emil sapaan karib Ridwan Kamil menyebut sejak diberlakukan PSBB di Bodebek dan Bandung Raya, jumlah pasien positif menurun.


    "Dari kesimpulannya, didapati bahwa kurva penyebaran virus COVID-19 sudah melandai di Jawa Barat," ujarnya.


    "Rata-rata maksimal di angka 40 kasus, bahkan dua hari lalu, Kamis (30/4) penambahan hanya tiga kasus, kemudian di hari kemarin penambahan 0 kasus. Mungkin kemarin hari yang istimewa, mudah-mudahan trend menurun ini bisa kita jaga dengan baik," tambahnya.


    Kang Emil menuturkan, pemberlakuan PSBB ada hubungannya dengan penurunan angka positif COVID-19.


    "Apakah trend penurunan ini ada hubungan dengan PSBB? Kami menyampaikan secara ilmiah ada. Kami mendapati kajian setelah PSBB dan sebelum PSBB perbedaannya sangat luar biasa," tuturnya.


    Lalu apakah ada penurunan aktivitas masyarakat saat diberlakukan PSBB di Bodebek dan Bandung Raya?


    "Pergerakan masyarakat saat PSBB masih 50 persen, walaupun idealnya menurut teori 30 persen. Kalau PSBB di Jawa Barat bisa menjaga pergerakan sampai 30 persen maka itu lebih efektif," jelasnya.


    Kang Emil juga mengatakan, saat PSBB diberlakukan di Bodebek dan Bandung Raya, justru peningkatan terjadi i wilayah yang belum dilakukan PSBB.


    "Oleh karena itu, dari hasil kajian ternyata Bodebek dan Bandung Raya sebelum PSBB penyebaran virusnya sangat tinggi sekarang sedang, sebaliknya kota kabupaten yang tidak PSBB sekarang naik kecepatan persebaran virusnya," katanya.


    Menurutnya, kalau PSBB menurunkan angka penyebaran kasus, maka kota kabupaten di Jawa Barat akan dilaksanakan PSBB yang akan dimulai 6 Mei 2020.


    "Hari Rabu depan maka seluruh daerah di Provinsi Jabar akan melaksanakan PSBB, pertama di 27 kota dan kabupaten," pungkasnya.


    Dokter di Cianjur Positif COVID-19 Diduga Tertulardari Pasien


    Seorang dokter di Kabupaten Cianjur terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test. Dokter tersebut diduga terpapar pasien positif 01 Cianjur.



    Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan, dokter berinisial A (27) merupakan tenaga medis yang pertama kali menangani pasien positif 01 Cianjur saat dirujuk ke RSUD Cimacan.


    Tenaga medis tersebut saat itu sedang mendapat giliran menjadi dokter jaga dan harus melakukan penanganan pada pasien asal Kecamatan Cijati yang belum lama ini juga terkonfirmasi positif.


    "Kebetulan tenaga medis yang tinggal di Kecamatan Cianjur itu sedang jaga malam. Dan menjadi dokter yang pertama kali menangani pasien tersebut," tuturnya kepada detik.com, Sabtu (2/5/2020).


    Menurutnya dokter yang menjadi pasien 04 ini merupakan salah satu dari 53 tenaga medis di Cianjur yang dirapid test pasca ibu melahirkan asal Cijati meninggal dan terkonfirmasi positif Corona.


    "Dari hasil swab, tenaga medis berinisial A ini positif Corona. Kuat dugaan pasien 04 terpapar dari pasien 01," tuturnya.


    Keluarga dari pasien 04 saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasil swab test. Sebab salah seorang anggota keluarga dari pasien 04, positif berdasarkan rapid test.


    "Ada yang positif rapid test keluarganya, tapi dipastikan lagi melalui swab test. Sekarang pasien 04 dirawat di ruang isolasi di RSUD Cimacan sedangkan keluarganya isolasi mandiri di rumah," tuturnya.


    Dengan terkonfirmasinya pasien positif baru tersebut, jumlah kasus positif COVID-19 di Cianjur menjadi 4 orang, tiga di antaranya positif aktif dan satu pasien positif meninggal.


    Sementara itu, untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)saat ini berjumlah 43 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 730 orang.


    Sopir Pikap Tinju Pegawai Perempuan SPBU di Pangandaran Gegara Kesal


    Insiden pemukulan yang dilakukan CU (42), sopir pikap terhadap Yeni Nur Oktaviani (24), pegawai SPBU Parigi sudah ditangani aparat kepolisian.


    Selain panen kecaman publik karena tega menghajar seorang perempuan. Perkara itu juga menyisakan pertanyaan, apa yang membuat sumbu ledakan emosi pelaku begitu pendek? Hanya karena diminta pindah lajur, CU sampai hati melayangkan tinjunya kepada seorang perempuan.


    Panit 1 Reskrim Polsek Parigi Aiptu Ajat Sudrajat menjelaskan, motif pelaku sampai tega memukul perempuan pegawai SPBU itu akibat emosi yang tak terkendali.


    "Jadi si pelaku ini kesal, ditegur korban karena salah lajur. Pelaku malah antre di lajur sepeda motor lalu disuruh mengisi bensin di lajur mobil. Dia emosi, terjadilah pemukulan sebagaimana di video tersebut," kata Ajat.


    Setelah didalami, Ajat menduga kondisi emosi atau suasana hati si pelaku sedang tak stabil. Hal ini dipicu oleh kondisi rumah tangganya.


    Istri sopir warga Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran itu menjadi TKW di Arab. Sementara dia sendiri harus bekerja sambil mengurus anaknya yang masih kecil. Anaknya itu bahkan setiap hari ikut menemaninya bekerja.


    "Pengakuannya sedang ada masalah rumah tangga, jadi emosinya tidak terkontrol," kata Ajat.


    Pria yang berprofesi sopir pengangkut kayu itu kini tengah menjalani pemeriksaan polisi.


    Ajat menegaskan proses hukum tetap berjalan, walaupun pihak korban dan pelaku sudah mengadakan pertemuan dan menyatakan islah.


    Pihak keluarga korban, menurut Ajat sudah memaafkan. Mereka tak tega melihat anak pelaku, karena sudah ditinggal ibu menjadi TKW, sekarang harus ditinggal bapak karena berurusan dengan hukum.


    "Memang penyelesaian perkara mengarah ke islah. Pihak keluarga korban berjiwa besar, mau memaafkan. Tapi proses pemeriksaan tetap berjalan, untuk mengantisipasi hal lain di kemudian hari," pungkas Ajat.


    Sumber : detiknews.com

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini