• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Refly Harun Dicopot dari PT Pelindo 1, Ucap Terima Kasih ke Rini Soemarno, Erick Thohir, dan Jokowi

    21/04/20, 09:24 WIB Last Updated 2020-04-21T02:26:03Z

    tribunnews
    Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
    Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun dalam diskusi Menakar Kapasitas Pembuktian MK, di Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

    jaguarnews77.com # Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memberhentikan Refly Harun dari jabatan Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1.


    Bukan hanya Refly, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan Erick Thohir juga memberhentikan tiga jajaran komisaris lainnya yang ada di perusahaan tersebut.


    Ketiga komisaris itu diantaranya adalah Heryadi dari jabatan Komisaris Independen, Bambang Setyo Wahyudi (Komisaris), Lukita Dinarsyah Tuwo (Komisaris), dan Winata Supriatna (Komisaris).


    "Komisaris kan tidak hanya sendiri kan ada empat komisaris yang diganti. Jadi itu refreshing saja, artinya perlu refreshing di Pelindo sehingga kita ganti empat orang,” ujar Arya, seperti yang diberitakan Kompas.com, Senin (20/4/2020).


    tribunnews
    Arya Sinulingga di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/1/2020). (Ria Anatasia)

    Sementara itu, melalui akun Twitter pribadinya, Refly Harun pun mengungkapkan soal pemberhentian jabatannya tersebut melalui sebuah cuitan.


    Dalam cuitannya, Refly Harunmengucapkan terima kasih pada Erick Thohir yang ia sebut telah memberhentikannya.


    Sementara itu, ia pun mengucapkan terima kasih pada Rini Soemarno yang dulu mengangkatnya menjadi Komisaris Utama PT Pelindo 1.


    Ia juga berterima kasih pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah mengangkat dan memberhentikannya dari jabatan tersebut.


    Di akhir cuitannya, Refly Harun menuturkan ia akan terus mendukung pemerintah selama pemerintah benar dan akan mengkritiknya apabila terjadi hal yang tidak tepat.


    "Trm ksh Rini Soemarno yg sdh mengangkat saya, trm ksh Erick Thohir yg sdh memberhentikan, dan trm ksh Presiden Jokowi yg sdh mengkangkat dan memberhentikan.


    Izin berada di garis luar utk terus jadi peniup pluit.


    Pemerintah bener kita dukung, nggk bener kita kritik. Salam," tulis Refly Harun melalui akun Twitter pribadinya, Senin.

    Pergantian Komisaris Diharapkan Mampu Dongkrak Kinerja Pelindo 1


    Terkait adanya pergantian komisaris ini, Arya berharap hal itu dapat mendongkrak kinerja Pelindo 1 lebih baik lagi ke depannya.


    “Jadi mudah-mudahan dengan refreshing ini membuat Pelindo 1 juga akan semakin bergairah kinerjanya, dan bisa menghadapi corona juga,” kata Arya.


    Adapun susunan komisaris PT Pelindo Iyang baru, yakni sebagai berikut:


    1. Achmad Djamaludin - Komisaris Utama

    2. Arman Depari - Komisaris

    3. Herbert Timbo Parluhutan Siahaan - Komisaris Independen

    4. Ahmad Perwira Mulia Tarigan - Komisaris Independen

    5. Irma Suryani Chaniago - Komisaris Independen

    6. Winata Supriatna - Komisaris.


    Namun, menurut pantauan Tribunnews.com di laman pelindo1.co.id, hingga Senin malam, nama Refly Harun masih ada dalam jajaran komisaris Pelindo 1.


    Profil Refly Harun


    Dilansir laman resmi Pelindo 1, Pakar Hukum Tata Negara tersebut merupakan pria kelahiran Palembang, 26 Januari 1970.


    Refly Harun merupakan lulusan S1 Hukum Universitas Gajah Mada (UGM).


    Ia kemudian meraih gelar Master pada jurusan International Human Rights Laws dari University of Notre Dame dan mendapatkan gelar doktor di Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang.


    Sebelumnya, Refly sempat diangkat menjadi Komisaris Utama PT Jasa Marga pada 2015.


    Ia kemudian diamanatkan menjadi Komisaris Utama PT Pelindo 1 pada 2018.



    Untuk diketahui, Refly Harun juga pernah menjabat sebagai staf ahli Mahkamah Konstitusi (MK) selama empat tahun.


    Jabatannya tersebut berakhir pada 2007 silam.


    Refly Harun bergabung dengan Tim Pakar Kementerian Pertahanan RI tahun 2016 hingga saat ini.


    Pada 2020, ia menjadi Ketua Tim Investigasi Mafia Hukum di MK.


    Sementara itu, Refly Harun pernah meraih Scholarship Chevening Fellowship tahun 2009 dan Konrad Adenauer Stiftung Fellowship tahun 2010.


    Ia juga mendapatkan Bawaslu Award pada 2015 sebagai Pengamat Hukum Terfavorit.


    Ia kembali mendapatkan penghargaan dari Bawaslu sebagai Pengamat Pilkada Terbaik pada 2016.


    Sumber : tribunnews.com

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini