• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Telegram Kapolri Bukan Saja Bertentangan dengan Demokrasi, tapi Lebih Parah

    11/04/20, 23:03 WIB Last Updated 2020-04-11T16:13:02Z
    jaguarnews77.com # Jakarta - surat telegram Kapolri dianggap sangat berlebihan dalam situasi wabah corona atau Covid-19 saat ini.


    Surat telegram (ST) Kapolri nomor ST/1100/IV/HUK.7.1./2020 dianggap mengarah kepada situasi darurat sipil.


    Pasalnya, dengan Telegram tersebut, terkesan Polri malah mengurusi para pengkritik pemerintah.


    Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun k, Jumat (10/4/2020).


    "Surat telegram Kapolri tanggal 4 April 2020 itu berlebihan, terutama pada poin kedua,” ujarnya.


    “Langkah pertama dan langkah keempat terkait patroli siber yang didalamnya memuat perintah untuk mengambil langkah diantaranya terhadap mereka yang dinilai melakukan penghinaan terhadap presiden atau pejabat negara,” sambungnya.


    Karena, kata Ubedilah, nantinya dipastikan akan adanya tafsir subjektif dari aparat maupun pejabat tentang yang dimaksud dengan penghinaan.


    “Oleh karenanya ini bisa memicu kegaduhan baru ditengah-tengah masyarakat dalam situasi Pandemi Covid-19,” tegas Ubedilah.


    Bahkan, lanjutnya, surat telegram Kapolri tersebut juga seakan-akan sedang berada di dalam situasi darurat sipil.


    “Langkah seperti itu juga bisa ditafsirkan mengarah kepada situasi darurat sipil di mana negara memata-matai warga negara secara keseluruhan termasuk lalu lintas komunikasi warga negara,” jelasnya.


    Sumber : pojoksatu.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini