• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    17 Hari, Wali Kota Tanjungpinang Bertahan Melawan Covid-19, Meninggal di Ruang Isolasi Saat Perawatan

    29/04/20, 21:28 WIB Last Updated 2020-04-29T15:24:28Z


    jaguarnews77.com # Tanjungpinang - Sabtu, 11 April 2020, Walikota Tanjungpinang  Sahrul (60) mengalami batuk, demam dan sesak nafas seperti gejala covid 19.


    Ia pun dilarikan ke ruang isolasi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Thabib (RAT) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).


    Selain menunjukkan gejala Covid 19, gula darah sang wali kota juga meningkat.


    Untuk memastikan kesehatannya, Syharul menjalani rapid test dan hasilnya adalah non-reaktif corona.


    Ia lalu menjalani tes swab. Senin (13/4.2020) hasi tes keluar dan Wali Kota Tanjungpinangdinyatakan positif Covid-19.


    Rabu (15/4/2020) pagi, kondisi Wali Kota Tanjungpinang dilaporkan kondisinya terus membaik. Namun ia masih menggunakan ventilator untuk membantu pernapasan. Syahrul juga sempat membutuhkan 20 kantong darah golongan O untuk tranfusi darah.


    Setelah menjalani perawatan selama 17 hari, Syharul dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (28/4/2020) sekitar pukul 16.45 WIB.


    Ia menghembuskan napas terakhir diusia 60 tahun saat menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Thabib (RAT) Tanjungpinang.


    Sang wali kota dimakamkan pada Selasa malam di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Batu 5 Tanjungpinang, Kepulauan Riau.


    Proses pemakaman digelar sederhana, tanpa ada upacara sebagaimana biasanya yang dilakukan pada seorang pejabat negara.


    Tepat pukul 21.00 WIB, jenazah Syahrul dimakamkan persis di sebelah makam mantan Gubernur Kepri, HM Sani.


    Proses pemakaman sang wali kota mengikuti protokol kesehatan untuk pasien corona.


    Acara ditutup dengan doa dan proses tabur bunga yang dilakukan oleh kerabat dan keluarga Syahrul.


    Meski pemakaman ini bagi pasien corona, sejumlah warga Tanjungpinang dari kejauhan terlihat ikut menyaksikan proses pemakaman sang kepala daerah.


    Masyarakat berada di balik penjagaan ketat aparat keamanan.


    Istri, cucu, dan dokter pribadi terpapar Covid-19



    Selasa (14/4/2020), cucu Wali Kota Tanjungpinang dinyatakan positif corona. Beberapa hari kemudian, tepatnya Sabtu (19/4/2020), istri Wali Kota Tanjungpinang juga dinyatakan positif corona.


    Sang istri yang berusia 53 tahun terpapar dari suaminya, Wali Kota Tanjungpinang.


    “Berdasarkan anamnesa, pasien pernah melakukan perjalanan ke Sumbar dan ke Batam dalam 3 minggu terakhir. Akan tetapi saat ini kondisinya stabil,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana.


    Saat pemakaman Wali Kota Tanjungpinang, sang istri hadir di TMP Pusara Bhakti Batu 5.


    Ia hadir dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan duduk di kursi roda.


    Sang istri terlihat tegar menyaksikan pemakaman suaminya. Usai upacara tabur bunga, sang istri langsung dibawa menaiki ambulans ke RSUP RAT untuk kembali menjalani perawatan medis.


    Tak hanya cucu dan istri. Dokter pribadi sang wali kota, yakni pria berusia 36 tahun juga dinyatakan positif corona.


    Sang dokter tidak mempunyai riwayat perjalanan keluar kota dalam satu bulan terakhir.


    Namun ia merawat Wali Kota Tanjungpinang di rumah selama kurang lebih satu minggu.


    “Kasus ini berkaitan erat dengan kasus 013 Tanjungpinang dan kasus nomor 019 Tanjungpinang, sehingga dimasukkan dalam kluster yang sama. Bahkan saat ini kondisi yang bersangkutan dalam kondisi stabil,” kata Tjetjep


    Sempat tak lanjutkan sekolah



    Syahrul, Wali Kota Tanjungpinang lahir di Tarempa, 30 Agustus 1960.


    Saat duduk di kelas 4 SD dia pernah menjual kue dan es keliling kampung. Setelah lulus SD 56 /V Tarempa tahun 1975, Syahrul kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Tarempa.


    Sayangnya ia tak lulus SMEP dan memutuskan menjadi buruh di perkebunan cengkeh untuk membantu ekonomi keluarganya.


    Setelah SMEP dilebur menjadi SMP, Syahrul muda kembali melanjutkan sekolah di SMP Negeri Tarempa dan lulus tahun 1980.


    Syahrul muda sempat menjadi guru setelah lulus SPG pada tahun 1983. Ia pun aktif dikegiatan MUI, NU, LPTQ hingga menjadi ketua PGRI


    Aktivitas tersebut mengantarkan ia menjabat sebagai Wakil Wali kota Tanjungpinang periode 2013-2018 mendampingi Lis Darmansyah.


    21 September 2018 Syahrul resmi menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang. Ia dilantik bersama wakilnya Hj Rahma Sip.


    Namun takdir berkata lain. Syahrul menghadap Sang Khalik pada Senin 28 April 2020 sekitar pukul 16.45 WIB setelah dinyatakan terpapar covid-19.


    Ayah Syahrul meninggalkan seorang istri yang bernama Jauriyah dan tiga orang anak (seorang putera dan dua orang putri).


    Saat ini istri dan cucunya juga terkonfirmasi terpapar covid-19 yang saat ini masih menjalani proses isolasi di RSUP RAT Tanjungpinang.


    Sumber : kompas.com

    Oleh.     : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini