• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    RK, Anies-Luhut Bicara soal Usulan Penyetopan KRL saat PSBB

    16/04/20, 11:57 WIB Last Updated 2020-04-16T04:58:12Z

    KRL Commuter Line terlihat sepi di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta. Selasa (4/6/2019). Jika saat weekdays KRL terlihat penuh sesak kini KRL terlihat sepi.
    Foto: KRL (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    jaguarnews77.com # Jakarta - Sejumlah kepala daerah mengusulkan agar operasional Kereta Rel Listrik (KRL) dihentikan sementara selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tujuannya untuk menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).


    Usulan itu awalnya muncul dari para kepala daerah Bogor, Depok, dan Bekasi yang mengusulkan agar operasional KRL dihentikan sementara selama masa PSBB demi memutus rantai penyebaran virus Corona. "Lima kepala daerah di Bodebek memberikan opsi kepada PT KCI dan PT KAI sebagai operator KRL untuk penghentian sementara kereta api selama 14 hari masa pemberlakuan PSBB," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Selasa (14/4/2020).


    Terbaru, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut uji coba penyetopan KRL Jabodetabek itu direncanakan pada Sabtu (18/4) depan.


    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga angkat bicara.


    Berikut pendapat RK, Anies hingga Luhut soal usulan penyetopan KRL saat PSBB:


    KRL Dibatasi, Calon Penumpang Menumpuk di Stasiun Bogor!:


    Gubernur RK


    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku telah melaksanakan rapat dengan KCI terkait dengan rencana penyetopan operasional KRL Jabodetabek selama masa PSBB. Uji coba penyetopan KRL itu direncanakan pada Sabtu (18/4/2020) depan.


    "Saya tadi rapat dengan KCI jadi kemungkinan akan coba dihentikan itu tanggal 18 (April)," ujar Ridwan Kamil kepada wartawan, Rabu (15/4).


    Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan, pelaksanaan uji coba penyetopan operasional KRL tersebut menunggu penerapan PSBB di Tangerang Raya. Diketahui, Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang mulai menerapkan PSBB pada 18 April mendatang.


    "Per hari ini kan masih dua pertiga yang PSBB (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi), jadi memang dari kacamata operasional nanggung, kita solidaritas, tunggu dulu Tangerang Raya tanggal 18 di tanggal itu," kata Emil.


    "Setelah itu kita evaluasi," tuturnya.


    PT KCI


    PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sudah berkoordinasi dengan pemerintah terkait hal ini. Manager External Relations PT KCI, Adli Hakim mengatakan pihaknya belum bisa memutuskan apapun karena kebijakan itu masih dalam pembahasan. Sehingga, untuk saat ini KRL masih tetap beroperasi.


    Adli memastikan PT KCI akan menginformasikan lebih lanjut jika ada perubahan.


    "Untuk besok, 15 April 2020 KRL masih beroperasi dengan jam operasi sebagaimana pada hari ini. Untuk selanjutnya masih akan kami informasikan lebih lanjut. Pengguna pasti akan terus kami berikan update-nya melalui pengumuman di stasiun, kereta, dan melalui media sosial," ujarnya.


    PT KCI mengatakan ada pengurangan penumpang KRL Jabodetabek pada Rabu pagi ini. Data hari ini mencapai 40.000 penumpang.


    "Data pagi hari iya (berkurang). Tentu harus dilihat sampai selesai jam operasional nanti. Untuk hari ini total seluruh stasiun sampai pukul 09.00 pagi adalah 48.800 penumpang," kata Adli.


    Sedangkan pada Selasa (14/4) di waktu yang sama, angka penumpang mencapai 60.000. Dalam hal ini, terdapat penurunan sekitar 20.000 penumpang.


    "Kemarin (Selasa) pada waktu yang sama 62.282 penumpang. Sementara hari Senin 75.661 penumpang," kata Adli.


    Menko Luhut


    Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal permintaan beberapa kepala daerah untuk menyetop operasional kereta commuter line selama masa PSBB.


    Luhut yang juga merupakan Menhub Ad Interim, mengatakan bahwa melakukan penutupan operasional kereta rel listrik commuter line tidak semudah membalikkan telapak tangan.


    "Kalau soal mau menutup KRL kita lihat kan tak semudah membalikkan tangan semua," kata Luhut, dalam video conference bersama wartawan, Selasa (14/4/2020).


    Bahkan dalam diskusinya dengan Gubernur DKI Jakarta, dia memaparkan bahwa masih banyak orang yang berkepentingan untuk ke Jakarta. Salah satunya dengan naik comuter line. "Kalau tadi pak Gubernur DKI pak Anies bicara sama saya, jadi kami koordinasikan baik-baik saja. Mengenai KRL ini saya bilang Pak Anies, tolong juga dilihat masih banyak orang yang ke Jakarta. Karena kalau orang nggak bisa traveling padahal yang penting, kan ndak bagus juga," kata Luhut.


    Gubernur Anies


    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kereta rel listrik (KRL) masih dipenuhi penumpang karena perusahaan di Jakarta tetap beroperasi selama PSBB. Anies berjanji akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang melanggar aturan PSBB.


    "KRL tetap penuh, kendaraan umum tetap penuh, karena perusahaannya tetap beroperasi. Selama perusahaan tetap beroperasi, maka kendaraan umum juga akan penuh. Dan kita pastikan bahwa semua yang tidak tertib akan mendapatkan sanksi, mulai dari pencabutan perizinan sampai dengan sanksi-sanksi lainnya," ucap Anies kepada wartawan, Rabu (15/4/2020).


    Anies kembali mengingatkan semua pihak tertib PSBB. Kebijakan ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah atau kepentingan dari swasta.


    "Ini kepentingan setiap warga negara. Kita melindungi semuanya dengan cara mengurangi aktivitas, dengan cara berada di rumah. Saya betul-betul berharap ini ditaati, sehingga kami tidak harus memberikan sanksinya," ucap Anies.


    Anies berharap wabah virus Corona ini segera selesai. Caranya, menurut Anies, dengan disiplin menjaga jarak dan pembatasan sosial.


    "Mudah-mudahan periode ini segera lewat, karena makin disiplin, makin cepat selesai. Makin tidak disiplin, makin lama ini selesai. Kita ingin selesai cepat, karena itu kita harus semuanya disiplin. Itu saja, terima kasih," kata Anies.


    Sumber : detik.com

    Oleh      : M Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini