• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Anjing Pelacak Disiapkan Mendeteksi Manusia Terjangkit COVID-19

    01/04/20, 19:01 WIB Last Updated 2020-04-01T12:05:42Z
    JAGUARNEWS77.COM # Anjing pelacak nampaknya akan mendapatkan peran satu lagi selain memerangi kriminalitas kota atau mendampingi seorang tentara kala berperang. Mereka sedang disiapkan untuk memiliki kemampuan deteksi Corona Virus Disease 2019 atau disebut dengan COVID-19.

    Anjing pelacak bisa mengendus narkotika, bom waktu, jejak manusia yang melarikan diri, sampai jenazah berupa potongan tubuh sekalipun. Tapi untuk virus corona? Bagaimana caranya?

    Medical Detection Dogs Inggris bekerja sama dengan Durham University dan London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) melakukan uji coba pendeteksian virus corona dengan menggunakan kemampuan penciuman anjing. 

    "Pada prinsipnya, kami yakin bahwa anjing dapat mendeteksi Covid-19," Dr Claire Guest, CEO Medical Detection Dogs, seperti dilansir BBC, Jumat (27/3/2020) lalu.

    Kemudian, perkembangannya sekarang, kedua lembaga tersebut sudah semakin serius dan mulai menuju pada satu hasil dimana seekor anjing pelacak bakal difungsikan mengendus orang yang terjangkit COVID-19.

    "Kami sekarang sedang mencari tahu bagaimana dapat menangkap 'bau' virus corona dari pasien yang terinfeksi, kemudian menunjukkannya kepada anjing," ungkap Dr Claire Guest, seperti dilansir Fox, Senin (30/3/2020).

    Claire meyakini, apabila cara ini bisa terbukti, anjing-anjing dapat digunakan untuk menyaring siapa pun yang membawa Coronavirus dalam tubuhnya, termasuk mereka yang tanpa gejala.

    "Anjing itu cepat dan efektif serta non-invasif dan hanya digunakan di mana mereka benar-benar dibutuhkan," ucap Guest.

    Guest menambahkan, penciuman anjing dapat mendeteksi perubahan paling minim dalam suhu kulit manusia, sehingga jika seseorang mengalami demam, anjing-anjing ini dapat mengetahuinya. 

    "Tujuannya adalah agar anjing dapat mengendus gejala apa pun, termasuk jika pasien tidak menunjukkan gejala. Cara ini akan cepat, efektif, dan non-invansif," ujar Guest. 

    Ini bukan berarti anjing pasti dapat mendeteksi aroma virus corona baru penyebab Covid-19. Namun, ahli yakin bahwa anjing-anjing dapat dilatih unuk mengendus kesamaan bau virus corona dari pasien yang terinfeksi. Nantinya, tes penciuman bau corona anjing akan dicocokkan dengan hasil tes Covid-19 dari laboratorium untuk melihat apakah hasilnya akurat atau tidak. 

    Anjing Deteksi Medis sebelumnya telah dilatih juga untuk mengenali aroma malaria, kanker, dan Parkinson.

    Sementara itu, Kepala pengontrol penyakit LSHTM Prof James Logan mengatakan, penelitian menunjukkan anjing dapat mendeteksi bau infeksi malaria dengan tingkat akurasi "di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia untuk diagnostik".

    Bahkan Logan menjamin, jika memang percobaan ini berhasil, anjing pelacak diyakini bisa disiapkan selama enam pekan (latihan) sebelum diterjunkan mengendus apakah seseorang membawa COVID-19 atau tidak. Bahkan mereka nantinya bisa mendeteksi apakah seseorang itu menderita demam saja.

    Bahkan Profesor Steve Lindsay, dari Departemen Biosains Universitas Durham, mengatakan anjing pendeteksi ini nantinya dapat digunakan di bandar udara secara cepat dalam mengidentifikasi orang yang membawa virus.

    "Ini akan membantu mencegah munculnya kembali penyakit setelah kita mengendalikan epidemi (COVID-19) saat ini," katanya.

    "Kita tahu bahwa penyakit pernapasan lainnya seperti Covid-19 mengubah bau badan manusia. Sehingga, ada peluang yang sangat tinggi bagi anjing untuk dapat mendeteksinya," tandas Logan.

    Sumber : rri.co.id
    Oleh : Wahyu P
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini