• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Beredar 6 Ruas Tol Jakarta Di Tutup, Jasa Marga : Itu Hoax

    29/03/20, 21:57 WIB Last Updated 2020-04-01T14:24:36Z


    JAGUARNEWS77.COM # Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. membantah informasi penutupan enam ruas tol di Jakarta dan sekitarnya. Kabar penutupan sejumlah ruas tol itu sebelumnya beredar akibat meningkatnya jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 dan dikaitkan dengan wacana lockdownyang ramai diperbincangkan publik.

    "Kami tegaskan informasi tersebut tidak benar atau hoax," kata pihak Jasa Marga dalam keterangan resmi di Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020.

    Sebelumnya beredar informasi keenam ruas tol ditutup karena penyebaran virus Corona yang makin masif. 
    Keenam ruas tol yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Tol Jakarta-Tangerang, Tol Dalam Kota Jakarta, Tol Sedyatmo ke Bandara Soekarno-Hatta, Tol Jagorawi, dan Tol JORR Non S. "Jalan tol wilayah Jabodetabek milik Jasa Marga Group beroperasi normal," kata pihak Jasa Marga.
    Sebelumnya hingga kemarin, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan pasien positif Corona menjadi 109 kasus.

    "Sehingga total 1.155 kasus, pasien sembuh 59 orang, kematian menjadi 102 orang," kata Yurianto, Sabtu, 28 Maret 2020.

    Yurianto mengatakan untuk itu menjadi penting bagi masyarakat agar tetap mematuhi anjuran di rumah saja untuk isolasi diri. 
    Selain itu, ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas dan interaksi di luar rumah.
    Meski jumlah kasus terus meningkat, pemerintah pusat belum berencana melakukan lockdown, termasuk di Jakarta. 
    Namun di daerah, kebijakan lockdown sudah diambil sendiri-sendiri oleh kepala daerah, seperti di Tegal, Jawa Tengah, hingga Papua.
    Sebelumnya perusahaan pelat merah itu telah menutup sementara fasilitas top up tunai di gerbang tol wilayah Jabotabek per 19 Maret 2020 lalu. 
    “Hal ini dilakukan karena kami mengutamakan kesehatan dan keamanan baik pengguna jalan maupun karyawan operasional," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangan resminya.
    Heru mengatakan dengan adanya fasilitas top uptunai masih ada transaksi dengan menggunakan uang tunai dan potensi kontak fisik antara pengguna jalan dengan karyawan operasional Jasa Marga. 
    Untuk itu agar tidak ada antrean transaksi di gerbang tol, Heru juga mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
    Ia juga mengimbau agar pengguna ruas tol memastikan kecukupan saldo merupakan dukungan pengguna jalan untuk ikut menerapkan social distancing di gerbang tol. 
    "Sebagai contohnya, di ruas tol dengan sistem transaksi terbuka, pengguna jalan dengan saldo uang elektronik kurang dan harus meminjam di kendaraan belakangnya tetap melakukan kontak fisik berupa peminjaman uang elektronik. Ini harus dihindari,” kata Heru.
    Sumber : tempo.co
    Oleh : Redaksi jaguarnews77.com
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini