• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    SMK BHAKTI MANDIRI CEDERAI DUNIA PENDIDIKAN, SISWA DIWAJIBKAN TEBUS IJASAH RP 2.750.000,-

    09/02/20, 13:34 WIB Last Updated 2020-02-09T06:45:22Z
    JAGUAR NEWS 77 # LEBAK, BANTEN -  Sekolah Swasta dari tingkat dasar sampai menengah atas yang menerima dana bantuan operasional sekolah (BOS) di larang melakukan pungutan kepada siswanya dalam bentuk apapun.



    Sesuai dengan undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang "sisdiknas" dan peraturan pemerintah (PP) nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan serta permendikbud nomor 44 tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan pada satuan dasar.

    Dalam aturan tersebut diatas dijelaskan larangan dilakukannya pungutan jenis apapun di sekolah swasta penerima " BOS " sebab pemerintah sudah menjamin pendidikan dasar sampai menengah atas tanpa pungutan.

    Salah satu sekolah menengah atas yang menerima dana bantuan biaya operasional sekolah (BOS) dari pemerintah yaitu SMK BHAKTI MANDIRI yang berlokasi di desa Tambak Baya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Banten.

    SMK BHAKTI MANDIRI selaku sekolah swasta penerima BOS telah menyalahi aturan serta menodai dunia pendidikan di Indonesia dan telah melanggar undang undang Sisdiknas juga peraturan pemerintah tentang pendidikan gratis 12 tahun dengan melakukan pungutan liar yang sangat memberatkan orang tua siswa yaitu setiap siswa yang telah lulus dan ingin mengambil ijasah diwajibkan membayar (menebus ijasah) disekolah tersebut sebesar Rp 2.750.000 persiswa.

    Arip Hidayat dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Benteng Aliansi Rakyat (BENTAR) yang ditemui oleh tim redaksi jaguarnews77 mengatakan " Pihak kami (LSM BENTAR) mendapatkan laporan dari siswa dan wali murid SMK BHAKTI MANDIRI kabupaten Lebak provinsi banten bahwa di sekolah tersebut telah terjadi pungutan liar yaitu mewajibkan para siswa yang telah lulus dan ingin mengambil ijasahnya untuk membayar (menebus ijasah) Rp 2.750.000  per siswa, hal ini telah kami evaluasi dan investigasi ternyata benar adanya, Ketua Yayasan SMK BHAKTI MANDIRI (ZAED) yang juga merupakan kepala sekolah salah satu SMK negeri di Cigemblong lebak banten yang notabene nya mengetahui aturan pendidikan mengatakan kepada kami dengan entengnya bahwa "pungutan tersebut diperbolehkan karena sekolah ini adalah sekolah swasta"..., jelas ini melanggar undang undang dan peraturan pemerintah, oleh karenanya kami meminta pihak sekolah untuk mengembalikan pungutan yang telah dilakukan dan kami meminta pihak dinas pendidikan kabupaten lebak segera turun kelapangan serta memberikan sanksi, kami juga meminta pihak penegak hukum untuk menegakkan hukum bagi pelaku yang jelas jelas telah melanggar hukum pidana".

    "Kami akan terus memantau kasus ini hingga keadilan ditegakkan oleh penegak hukum dan sanksi diberikan oleh pihak terkait kepada SMK BHAKTI MANDIRI Cibadak Lebak Banten dan undang undang serta peraturan pemerintah tentang pendidikan benar benar di jalankan oleh semua pihak terutama oleh SMK BHAKTI NUSANTARA  sehingga pendidikan gratis 12 tahun terlaksana tanpa ternodai sedikitpun dan benar benar tidak menyiksa orang tua murid" lanjut arip.

    OLEH : REDAKSI JAGUARNEWS77
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini