• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    SIANG MALAM PRIA MAMASA INI PERKOSA ADIK IPAR, TERGIUR KARENA ADIK IPARNYA SUKA PAKAI CELANA PENDEK

    07/11/19, 11:20 WIB Last Updated 2019-11-07T04:20:39Z


    Siang Malam Pria Mamasa Ini Perkosa Adik Ipar, Tergiur karena Adik Iparnya Suka Pakai Celana Pendek
    semuel/tribunmamasa.com
    HR, pemerkosa adik ipar diamankan Polres Mamasa. 
    JAGUAR NEWS 77 # SULAWESI BARAT - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Mamasa, Sulawesi Barat, menangkap pelaku pemerkosaan.
    Pelaku pria berinisial HR (32), warga Desa Salualo, Kecamatan Mambi, ditangkap karena memperkosa anak yang masih berusia 16 tahun.
    Ironisnya, korban adalah adik ipar sendiri.
    Kasat Resrim Polres Mamasamengungkapkan, tersangka HR awalnya tergiur kepada korban yang juga merupakan adik iparnya sendiri.
    Pelaku, kata Dedi, tertarik kepada korban karena sering berpakaian minim jika sedang berada di rumah.
    "Jadi, tersangka ini awalnya bernafsu melihat korban karena sering memakai celana pendek di rumah," ujar Kasat Reskrim Polres Mamasa, Rabu (6/11/2019) malam.
    Pengakuan pelaku, lanjut Dedi, aksi bejat itu beberapa kali ia lakukan.
    Pelaku sudah berkali-kali memperkosa korban secara paksa. Siang maupun malam ketika istrinya sedang tidur atau keluar rumah.
    Korban tidak berani melapor lantaran diancam akan dibunuh.
    "Hasil interogasi kami, korban ini diancam sampai tidak berani melapor," kata Iptu Dedy Yulianto.
    Kasus ini terungkap saat korban pulang ke rumah orang tuanya di Desa Rangoan, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polewali Mandar.
    Orangtua korban curiga saat melihat kelainan pada tubuh korban.
    Karena curiga korban langusung dibawah ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan medis.
    Dari hasil pemeriksaan medis korban dinyatakan hamil. 
    Selanjutnya orangtua korban melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setelah menceritakan kelakuan kakak iparnya.
    “Awal kasus ini dilaporkan ke Polsek Matangga di Kabupaten Polewali Mandar. Namun karena tempat kejadianya di Kabupaten Mamasa, sehingga pihak Polsek Matangga meneruskan laporan ini ke Polres Mamasa,” Kata Iptu Dedi Yulianto.
    Begitu mendapat laporan, Tim Buser Polres Mamasa langsung melakukan penangkapan.
    Pelaku berhasil diringkus di kediamanya di Desa Salualo, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Selasa 5 November.
    Saat ini tersangka HR mendekam di sel tahanan Polres Mamasa.
    Ia diancam undang-undang no. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda 15 milyar rupiah.
    Istri Tertidur Pulas di Kamar, IM Berhubungan Badan dengan Adik Ipar, Berawal dari Baju Tipis
    Sungguh bejat pria yang satu ini.
    Dirinya dititipi ibu mertua untuk menjaga adik iparnya, justeru sebaliknya melukai. 
    Si pria memberikan trauma tersendiri kepada adik iparnya yang baru berusia 15 tahun. 
    Suami berinisial IM (29) tega perkosa adik iparnya sendiri saat sang istri yang juga kakak kandung korban tengah terpulas. 
    Cek selengkapnya di bawah ini:
    Pria asal Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih ini melakukan aksi bejatnya saat sang istri tengah tertidur lelap.
    IM kerap beraksi saat tengah malam ketika anak dan istrinya sudah tertidur lelap di dalam kamar.
    Pelaku IM pun langsung masuk ke kamar adik iparnya NA yang masih berusia 15 tahun.
    Perbuatan IM yang masuk ke dalam kamar adik iparnya NA ternyata bukan hanya sekali.
    Namun, sudah berkali-kali untuk memuaskan nafsu birahinya kepada sang adik ipar.
    NA memang kerap kali memakai pakaian tipis dan seksi saat IM berada di rumah.
    Terlebih, IM melihat NA berpakaian seksi ketika kondisi sudah malam hari.
    "Dia di rumah sering pakai pakaian tipis dan seksi. Apalagi kalau malam saat saya nonton tv, dia keluar kamar dengan pakaian seksi," kata IM dikutip dari Tribunsumsel.com ketika diwawancarai usai press realise di halaman Mapolres Prabumulih, Senin (30/9/2019).
    "Makanya tertarik, selain itu dia sering tidur malam," kata IM.

    Kronologi Suami Setubuhi Adik Ipar di Kamar, Pelaku Beraksi Tengah Malam Saat Istri dan Anak Tidur
    Kapolres Prabumulih dan jajaran ketika menginterogasi IM yang merupakan pelaku persetubuhan anak dibawah umur yang merupakan adik ipar sendiri, Senin (30/9/2019) (Tribun Sumsel/ Edison) 
    Posisi kamar IM memang berhadap hadapan dengan kamar adik iparnya NA.
    IM pun tertarik dengan kemolekan tubuh adik iparnya saat keluar kamar malam hari di dalam rumah dengan pakaian seksi.
    "Kamarnya berhadapan dengan kamar saya beserta istri dan anak," tuturnya.
    Di hadapan polisi, IM pun menceritakan saat pertama mengajak adik iparnya MA berhubungan intim.
    IM mengatakan, kejadian itu pertama kali sekitar awal bulan Mei 2019.
    Ketika itu pelaku masuk kamar sang adik ipar saat istri dan anak sudah tidur.
    Lalu setelah masuk kamar, pelaku mendapati MA belum tidur namun masih main handphone.
    "Waktu itu sekitar pukul 01.30 malam, saya masuk kamarnya, lalu saya ajak dia berhubungan dan saya janjikan uang Rp 500 ribu, setelah selesai dia malah nanya mana uangnya."
    "Setelah itu terus kami berhubungan."
    "Kadang saya kasih Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu," ujarnya seraya menyesali perbuatan itu.
    Namun, lambat laun perbuatan bejat IM ini terendus oleh sang istri.
    s
    IM (29) pelaku perkosaan adik ipar sendiri di Prabumulih menjalani pemeriksaan di ruang PPA Polres setempat(KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG) (Kompas.com)
    Sang adik ipar memang sejak awal tahun ini tinggal serumah bersama ia dan istrinya.
    Saat tinggal bersama, IM diminta mertua agar menjaga adik iparnya tersebut.
    Bukan malah menjaga, justru IM menyetubuhi adik ipar di rumahnya tersebut.
    Aksi itu terbongkar setelah NA bercerita kepada kakaknya, yang merupakan istri IM berinisial DM (25).
    Menurut pengakuan IM, ia mulai menyetubuhi sang adik ipar sejak awal Mei 2019 di kediaman mereka di Kelurahan Tanjung Raman.
    "Adik ipar itu ikut sama saya dan istri awal tahun ini."
    "Mertua menitipkan untuk dijaga karena adik kami itu sering keluyuran keluar rumah dan pergaulannya agak bebas," kata IM ketika diwawancarai usai press realise di halaman Mapolres Prabumulih, Senin (30/9/2019).
    Aksi bejat itu terbongkar setelah sang istrinya mendapati adanya alat kontrasepsi jenis kondom di aliran air kamar mandi rumah mereka.
    Curiga dengan hal itu, sang istri inisial DM kemudian mencari tahu.
    Namun, suami istri ini malah terus terlibat keributan.
    Selanjutnya pasangan tersebut saling gugat cerai.
    Saat hendak pisah atau ribut harta gono gini, MA mengaku kepada kakaknya jika telah beberapa kali disetubuhi IM.
    "Istri saya sudah curiga dari lama dan saya curiga istri saya selingkuh makanya kami hendak cerai,"
    "Lalu istri yang sering dapat kondom di rumah menanyai MA terus dan akhirnya mengaku sudah saya setubuhi, kemudian saya dilaporkan ke polisi," bebernya.
    Saat ini, IM pun telah diamankan polisi lantaran telah menyetubuhi gadis di bawah umur.
    Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman mengungkap pelaku diringkus karena telah melakukan persetubuhan terhadap adik ipar sendiri hingga beberapa kali.
    "Tersangka diringkus karena menyetubuhi anak di bawah umur yang merupakan adik ipar sendiri, masih berumur 15 tahun. Tersangka kita amankan di kediamannya," ujarnya.
    Kapolres menuturkan, pelaku menyetubuhi sang adik di kamar rumah mereka dan ketika sang istri ada, diduga aksi itu dilakukan tersangka dengan mengancam korban.
    "Atas perbuatannya itu, pelaku akan kita jerat pasal 81 UU nomor 35/2014 tentang perubahan UU nomor 23/2002 tentang perlindungan anak," ujarnya.(*)
    Kejinya Ayah Perkosa Anak 2 Kali, Ibu Kandung Malah Usir dan Sebut Putrinya Pelakor, Kronologi
    Sungguh keji dan biadab pria yang satu ini. 
    Dirinya telah perkosa putrinya sendiri dua kali. 
    Dia memaksa anaknya melayani nafsu birahinya di bawah ancaman. 
    Namun naas, bukannya dibela, ibu kandung si anak justeru mengusir anaknya sendiri. 
    Si anak diusir dari rumah karena disebut perebut laki orang atau Pelakor. 
    Ibu menuduh anaknya ada hati dengan ayahnya dan merebutnya.
    Akhinrya terungkap fakta bahwa ayahnya telah memerkosa si anak hingga mengalami trauma berat. 

    N (14), seorang remaja asal Probolinggo, diusir ibu kandungnya karena dianggap sebagai pelakor karena telah bersetubuh dengan ayah tirinya.
    Dari pengakuan N, dia sebenarnya telah diperkosa.
    Ayah kandung N, S menjelaskan, anaknya itu disetubuhi ayah tiri dua kali, pada Maret dan Juni lalu saat rumah sepi.
    Di bawah ancaman, N dipukul hingga patah tulang.
    N tak bisa melawan.
    "Ibunya (mantan istri) waktu kejadian jualan di pasar. Ibunya malah mengusir anak saya dari rumahnya karena dianggap pelakor," ujar S, saat menemani anaknya melapor ke Polres Probolinggo, Rabu (2/10/2019).

    N sebelumnya sempat melapor ke Polsek Leces seorang diri pekan lalu.
    Namun, dianjurkan ke Unit PPA Polres.
    Diketahui setelah perceraian S dengan istrinya, N tinggal di rumah mantan istri dengan suami atau ayah tiri N.
    Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, pihaknya telah menerima laporan itu.
    "Sekarang masih kami selidiki. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan," kata dia. (Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol)
    Diancam Dibunuh Hingga Trauma
    Kasus yang sama, AS (38), seorang ayah di Kabupaten Cirebon Jawa Barat, memperkosa anak kandungnya, S (15).
    AKBP Suhermanto memberikan pertanyaan pada AS (38), pelaku pemerkosaan anak kandungnya, saat pengungakapn kasus di Mapolres Cirebon, Jumat (27/9/2019) petang.(KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON)
    Pelaku bahkan mengancam akan membunuh anak gadisnya itu jika melawan dan berteriak saat diperkosa.
    Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan, tindakan bejat itu dilakukan pelaku pada korban sebanyak dua kali.
    Pertama pada bulan Oktober 2017 saat korban masih berusia 14 tahun.
    Saat itu, korban sedang tidur bersama adiknya di kamar.
    Pelaku kemudian masuk kamar dan langsung memperkosa.
    Korban berusaha melawan dan berteriak.
    Namun, pelaku langsung menutup mulut korban dan mengancam akan membunuhnya bila berteriak.
    Korban tidak dapat melawan.
    “Korban kaget, akan berteriak mulut langsung dibekap. Korban melawan memukul tersangka tapi tidak kuat"
    "Kemudian pelaku mengancam akan membunuh korban,” kata Suhermanto kepada sejumlah rekan media, di Mapolres Cirebon, Jumat (27/9/2019).
    Perbuatan kedua dilakukan pada April 2018. Korban diperkosa di kamar pelaku.
    Korban kembali melawan, tapi kembali diancam dibunuh sehingga tidak dapat melawan.
    Usai melakukan pemerkosaan, pelaku mengancam akan membunuh korban apabila menceritakan kepada orang lain.
    Di hadapan petugas, AS mengaku tindakan dilakukannya karena tidak tahan lantaran ditinggal istrinya yang berkerja sebagai tenaga kerja wanita di Malaysia.
    Sudah dua tahun kerja di Malaysia.
    “Iya saya sadar Pak, tidak mabuk"
    "Enggak tahan aja istri kerja TKW sudah dua tahun,” kata pelaku bekerja sebagai sopir.

    Karena tindakan bejat itu, korban mengalami trauma.
    Korban kerap tidak berani pulang ke rumah dan mencari tempat aman di luar rumah.
    Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Cirebon melakukan pendampingan dan pemulihan trauma terhadap korban.
    Sebelum memperkosa korban, pelaku menikahi lagi Suhermanto mengatakan, setelah ditinggal istri pergi menjadi TKW ke Malaysia, pelaku kembali menikah lagi dengan perempuan lain.
    “Tindakan pemerkosaan terhadap anak kandungnya sendiri dilakukan saat pelaku sudah memiliki istri kedua,” kata dia.
    Berharap Pelaku Dihukum Mati Namun, tidak ada yang mengetahui kejadian bejat itu karena korban sangat ketakutan sehingga tidak menceritakan kepada siapapun.
    Barulah setelah istrinya pulang dari Malaysia, korban mulai menceritakan apa yang dialaminya.
    Korban dan istri pelaku langsung melaporkan tindakan tersebut ke Polres Cirebon pada Agustus 2019.
    Petugas menangkap pelaku di rumahnya dan menyangkakan pelaku dengan pasal 76 jo 81 82 nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

    SUMBER : TRIBUNMAMASA.COM
    OLEH : REDAKSI JAGUARNEWS77
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini