• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    PRABOWO SUBIANTO HARUS WASPADA, MUNCUL NAMA -NAMA BAKAL CAPRES DI 2024 PENGGANTI JOKOWI, SIAPA SAJA?

    24/11/19, 19:58 WIB Last Updated 2019-11-24T12:58:55Z



    Prabowo Subianto Harus Waspada, Muncul Nama-nama Bakal Capres di 2024 Pengganti Jokowi, Siapa Saja?
    Tribunnews/JEPRIMA
    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan pernyataan politik didepan masa pendukungnya pada acara mengungkap fakta - fakta kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh BPN di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Pada pernyataan tersebut Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 
    JAGUAR NEWS 77  - Prabowo Subianto harus waspada, daftar nama bakal Capres di 2024 pengganti Jokowi.
    Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan ( Menhan ), PrabowoSubianto harus waspada, muncul nama-nama bakal Capres baru di Pilpres 2024.
    Bagaimana Sandiaga Uno yang pernah sama-sama Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.
    Pemilihan Presiden pada tahun 2024 masih jauh, namun isu sederet nama yang akan ikut bertarung merebut takhta orang nomor 1 di Indonesia itu sudah ramai dibahas.

    Untuk Capres pada 2024 diprediksi akan datang dari berbagai latar belakang mulai dari kepala daerah hingga militer.
    Pengamat politik dari Poltracking, Hanta Yudha menerangkan kepala daerah khususnya gubernur di Pulau Jawa yang menurutnya harus menjadi perhatian.
    Hal tersebut berkaca dari jejak perjalanan Jokowi yang memulai langkahnya sebagai wali kota hingga menjadi presiden RI.
    "Kalau track itu tidak patah terhenti pada Joko Widodo yang tadi pernah jadi Walikota menjadi Gubernur kemudian menjadi Presiden," ujar Hanta dalam diskusi 'Golkar Mempersiapkan Transformasi Kader' di Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).
    Kedua, Capres pada 2024 muncul dari partai politik.
    Menurut Hanta, partai-partai besar seperti Partai Golkar, PDIP Perjuangan, Partai Nasdem, dan Partai Gerindra tentu akan memiliki figur-figur partai yang masih mungkin untuk dimunculkan saat kontestasi Pemilu 2024.
    "PDIP misalnya, pasti muncul figur dari partai itu yang akan mendapat posisi strategis di 2024," katanya.
    Ketiga, datang dari pemerintahan atau parlemen.
    Menurutnya ada kemungkinan akan muncul nama sejumlah jajaran menteri jelang 2024.
    "Prediksi saya dari kelompok dari para menteri mungkin untuk muncul," ujar Hanta Yudha.
    Keempat, akan lahir dari kalangan militer aktif.
    Namun, Hanta Yudha meyakini dari kalangan ini potensinya akan sangat kecil lantaran hanya memanfaatkan momentum.
    "Terakhir sebagai opsi, ada kemungkinan muncul dari militer aktif yang kemudian dia punya momentum di 2024," ujarnya.
    "Kita tidak menyebutkan nama dan jabatan tapi ada kemungkinan akan muncul nama-nama dari tentara atau polisi," kata Hanta Yudha lebih lanjut.
    Daftar Nama Capres di 2024
    Sementara itu, pada kesempatan terpisah, pengamat politik, M Qodari mengungkapkan siapa saja tokoh yang jadi incaran untuk dijadikan calon Presiden RI pada Pilpres 2024 mendatang.
    M Qodari mengungkapkan setidaknya terdapat 3 nama tokoh yang disebut Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dan digadang-gadang akan maju pada Pilpres 2019, menggantikan Jokowi atau Joko Widodo.
    Hal itu disampaikan M Qodari melalui acara Indonsia Lawyers Club atau ILC TV One, Selasa (12/11/2019).
    Simak video berikut ini di menit 16:43.
    Mulanya, M Qodari menyebut Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang serasa Presiden RI.
    "Gubernur DKI Jakarta adalah gubernur rasa Presiden," kata M Qodari.
    "Dan tolong jangan salahkan saya, Bang. Tadi malam, saya hadir dalam hadir dalam acara Nasdem," katanya menyambung
    Dalam acara Kongres Partai Nasdem itu, Surya Paloh disebutnya menyampaikan ada beberapa calon Presiden yang menjadi perhatian publik.
    M Qodari menyinggung nama Anies Baswedan hingga Gubernur Jawa Timur ( Jatim ), Khofifah Indar Parwansa.
    "Bang Surya Paloh selalu menyebut bahwa di antara calon-calon itu Partai Nasdem menyebut di antara calon Presiden yang diperhatikan adalah Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa," katanya menyebut.
    Lantas, M Qodari menyinggung nama Gubernur Jawa Tengah ( Jateng ), Ganjar Pranowo.
    "Sengaja enggak disebut Ganjar, takut Ibu Mega pulang lagi enggak jadi menghadiri acara," ucap M Qodari terkekeh.
    Menyinggung soal Pilpres 2024, M Qodari mengungkapkan nama Anies Baswedandisebut pertama kali oleh Surya Paloh.
    "Yang disebut pertama bang itu Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Nah ini baru masuk kacamata politiknya, Bang," kata M Qodari.
    Lantas, M Qodari memberikan imbauan kepada Anies Baswedan.
    "Memang Bung Anies harus betul-betul hati-hati karena semua aspek ini bisa dianggap sebagai bagian atau proses menuju Pilpres 2024 yang akan datang," ujar M Qodari.
    M Qodari menyebut berbagai masalah dan tuduhan yang diarahkan ke Anies Baswedanbisa jadi merupakan serangan politik menuju Pilpres 2024 mendatang.
    "Jadi yang namanya masalah, yang namanya kontroversi, yang namanya anggap lah serangan politik kan biasanya begitu, tuh. Kalau ada kritik, ada tuduhan, ada masukan, kadang-kadang kepala daerah itu bilang ini bersifat politis, kan gitu kan," kata M Qodari.
    Lebih lanjut, M Qodari mengungkap dugaan adanya motif politik yang melatarbelakangi penemuan APBD janggal DKI Jakarta.
    "Jadi bisa jadi ada motif-motif politik yang kita pada hari ini belum tahu apakah itu betul atau tidak. Tapi bisa saja orang mengatakan, William juga harus siap ya dengan tuduhan begini, jadi yang bisa dituduh itu bukan cuma Anies, tapi William juga bisa dituduh," katanya.
    Menjadi orang pertama yang menyoroti isu APBD janggal DKI Jakarta, William Aditya Sarana disebutnya harus siap terhadap segala tuduhan yang mungkin saja menyerang.
    "Bahwa William melemparkan isu Aibon ini atau skandal (lem) Aica Aibon ini dalam tanda kutip karena belum jadi masalah korupsi ya baru indikasi di dalam anggaran ini adalah tanda kutip serangan politik," ujar M Qodari.
    Lantas, M Qodari menyinggung tentang Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) yang menaungi William Aditya Sarana.
    M Qodari menyinggung soal beberapa kemungkinan agenda politik PSI.
    "Karena PSI entah karena punya hubungan masa lalu dengan gubernur sebelumnya atau agenda berbeda dengan Anies. Mungkin sudah menggadang-gadang calon presiden tersendiri gitu ya, entah siapa namanya, ini bisa dianggap sebagai serangan politik terhadap Anies," ucap M Qodari.
    SUMBER : SERAMBINEWS.COM
    OLEH : REDAKSI JAGUARNEWS77


    Baca Juga

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini