• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    5 FAKTA PARTAI GELORA, PARTAI BARU YANG DIUSUNG FAHRI HAMZAH, AWAL TERBENTUK HINGGA SUSUNAN PENGURUS

    12/11/19, 17:27 WIB Last Updated 2019-11-12T10:27:51Z


    5 Fakta Partai Gelora, Partai Baru yang Diusung Fahri Hamzah, Awal Terbentuk hingga Susunan Pengurus
    TRIBUN/ILHAM RIAN PRATAMA
    Para inisiator Partai Gelora Indonesia dari kiri ke kanan Mahfudz Siddiq, Fahri Hamzah, dan Anis Matta saat menghadiri perkenalan partai baru tersebut di Jakarta, Minggu (10/11/2019). Partai Gelora Indonesia yang akan diketuai oleh Anis Matta tersebut menargetkan deklarasi resmi Partai Gelora Indonesia akan berlangsung pada awal Bulan Januari 2020, usai merampungkan dokumen pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum dan HAM. TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA 
    5 Fakta Partai Gelora, Partai Baru yang Diusung Fahri Hamzah, Awal Terbentuk hingga Susunan Pengurus
    JAGUAR NEWS 77 # JAKARTA - Fakta-fakta partai baru bentukan Fahri HamzahPartai Gelora, dari awal mula terbentuk hingga susunan pengurusnya saat ini.
    Partai Gelora Indonesia atau Gelombang Rakyat Indonesia merupakan partai baru yang diusung oleh mantan wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah.
    Mayoritas penggagas partai ini adalah mantan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera, seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, Rofi Munawar, dan Achmad Rilyadi.
    Partai Gelora didirikan pada 28 Oktober 2019 dan dicatatkan di notaris pada 4 November 2019.
    Dihimpun dari berbagai sumber, inilah fakta-fakta partai baru Partai Gelora.
    1. Awal terbentuk
    Inisiator Partai Gelora Indonesia Anis Matta (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) memberikan keterangan usai perkenalan partai baru tersebut di Jakarta, Minggu (10/11/2019). Partai Gelora Indonesia yang akan diketuai oleh Anis Matta tersebut menargetkan deklarasi resmi Partai Gelora Indonesia akan berlangsung pada awal Bulan Januari 2020, usai merampungkan dokumen pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum dan HAM. TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
    Inisiator Partai Gelora Indonesia Anis Matta (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) memberikan keterangan usai perkenalan partai baru tersebut di Jakarta, Minggu (10/11/2019). Partai Gelora Indonesia yang akan diketuai oleh Anis Matta tersebut menargetkan deklarasi resmi Partai Gelora Indonesia akan berlangsung pada awal Bulan Januari 2020, usai merampungkan dokumen pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum dan HAM. TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA (TRIBUN/ILHAM RIAN PRATAMA)
    Sebagian besar pengurus partai Gelora adalah jebolan dari PKS.
    Mantan Ketua DPW PKS Jatim, Hamy Wahjunianto telah menyuarakan pembentukan partai baru ini sejak Juni 2019 lalu.
    "Rencananya, kami akan deklarasi pada akhir tahun ini. Namun, kami sepakat untuk menunda hingga awal tahun depan sebelum pilkada 2020," kata Hamy pada temu jurnalis di Surabaya, Selasa (18/6/2019) lalu.
    Hamy mengungkap embrio pembentukan partai ini diawali dari munculnya organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi).
    Hamy yang juga menjadi Dewan Pembina di Garbi ini menjelaskan partainya akan menjadi sempalan dari Garbi di bidang politik.
    "Kami menilai bahwa satu-satunya jalan yang efektif untuk melakukan perubahan adalah melalui politik. Sementara, Garbi kami tegaskan tak mungkin menjadi partai politik sehingga perlu organisasi lain di luar Garbi," urai Hamy yang kini masih menjadi Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKS ini.
    Sehingga, lahirnya partai politik tersebut diharapkan dapat membawa gagasan perjuangan Garbi.
    "Garbi berjuang sebagai ormas, sementara partai ini akan melalui politik. Ini semacam double track," urainya.
    Fahri Hamzah di acara deklarasi ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) di Epiwalk, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019).
    Fahri Hamzah di acara deklarasi ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) di Epiwalk, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019). (TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN)
    Hal serupa diutarakan Fahri Hamzah.
    Menurut Fahri, pembentukan Partai Geloramerupakan aspirasi dari para anggota Ormas Garbi yang ia inisiasi bersama mantan Presiden PKS Anis Matta.
    Banyak anggota Ormas yang ingin membentuk Partai Politik sebagai saluran perjuangan.
    "Itu sekali lagi aspirasi dari temen-temen setelah membuat Ormas, sebagian ingin membentuk parpol. Muncullah ide-ide, mudah-mudahan bulan Oktober akan kita konkret kan di lapangan," ucapnya pada September lalu.
    Fahri menargetkan partai barunya nanti ikut dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah 2020. 
    Karena menurutnya, banyak anggota partainya nanti yang memiliki potensi untuk menjadi kepala daerah.
    "Iya itu diantaranya karena banyak diantara teman-teman itu kepala daerah petahana, atau orang yang punya peluang jadi kepala daerah. Sehingga mereka ingin set up dulu organisasinya. Untuk maju bersama-sama dengan partai lain," katanya.
    Pembentukan partai Gelora sendiri menurut Fahri merupakan permintaan dari para anggota Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang ia inisiasi bersama mantan Presiden PKS Anies Matta.
    Selain itu, sejumlah mantan anggota PKS juga akan bergabung dengan partai Gelora.
    Diantaranya Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dan politisi senior PKS DKI Jakarta Tri Wisaksana.
    2. Dapat Dukungan dari Nasdem dan PKS
    Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera
    Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera (Chaerul Umam/Tribunnews.com)
    Meski banyak mantan kadernya yang kini berpindah ke Partai Gelora, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mendoakan yang terbaik untuk mereka, termasuk M Anis Matta dan Fahri Hamzah.
    Anis Matta dan Fahri Hamzah menjadi pimpinan Partai Gelora.
    "Kita mendoakan yang baik bagi semua pihak yang berniat membangun negeri ini. Membangun partai itu adalah tujuan mulia," ujar Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada Tribunnews.com, Senin (11/11/2019).
    Akankah menjadi ancaman bagi PKS?
    Mardani menjelaskan, PKS punya pengalaman 20 tahun dalam dunia politik di Indonesia.
    Bahkan kini PKS kata dia, makin solid dan kokoh.
    "Fokus membangun kekuatan kader. Pengalaman 20 tahun, alhamdulillah kami kian solid dan kokoh," tegas anggota DPR RI ini.
    Nasdem pun menyambut positif kelahiran partai baru ini.
    Partai besutan Surya Paloh, NasDem, mengapresiasi kelahiran partai baru bernama Gelombang Rakyat (Gelora) yang diinisiasi politisi Fahri Hamzah.
    Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago
    Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago (TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA)
    Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan, apa yang dilakukan oleh Fahri, dalam hal ini menginisiasi lahirnya Gelora, merupakan bagian dari politik.
    Dia menilai kehadiran Partai Gelora tidak perlu dipersoalkan.
    Justru langkah tersebut patut diapresiasi mengingat banyak orang muda hari ini punya kesadaran akan politik dan turut berpolitik.
    "Itu bagian dari demokrasi, bagian dari banyaknya anak-anak muda atau masyarakat yang sudah mengerti politik dan perlu juga ikut berpolitik tidak ada masalah. Kami justru mengapresiasi dan tidak ada masalah," ujar Irma saat ditemui di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019).
    3. Dinilai pengamat sulit ikuti jejak partai Demokrat dan NasDem
    Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio ragu Partai Gelora mampu mengukir kesuksesan dalam dunia politik nasional.
    Jejak sukses yang pernah ditorehkan Partai Demokrat dan Partai NasDem saat menjadi partai pendatang baru, dinilai akan sulit diikuti Partai Gelora.
    Apalagi melihat tokoh-tokoh yang kini bernaung di Partai Gelora, tidak ada yang sekaliber Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
    Pertama kali mengikuti pemilihan umum pada tahun 2004, Partai Demokrat meraih suara sebanyak 7,45 persen (8.455.225) dari total suara dan mendapatkan 57 kursi di DPR.
    Selain itu, dia menjelaskan, Partai Geloratidak seperti NasDem yang memiliki media massa.
    Kekuatan media massa ini mampu berperan membuat NasDem pada pemilu 2014 meraih suara sebanyak 6,72 persen atau 8.402.812.
    "Gelora, secara ketokohan, belum memiliki tokoh sekaliber SBY. Mereka juga tidak memiliki media massa," ujar pendiri lembaga analisis politik KedaiKOPI ini kepada Tribunnews.com, Minggu (10/11/2019).
    Pengamat Politik Hendri Satrio.
    Pengamat Politik Hendri Satrio. (Kementan)
    Karena itu ia menilai sudah bagus, jika prestasi Gelora sama dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di pemilu 2019 lalu.
    "Kalau Gelora ini berprestasi sama saja seperti PSI, itu sudah sangat baik," kata Hendri Satrio.
    Dia juga tidak yakin, Gelora akan menjadi ancaman bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
    Meskipun para pentolan Partai Geloraadalah mantan kader PKS.
    "Apalagi PKS, kemarin di Pemilu 2019 lalu, suaranya naik. Saat itu kan para pentolan Partai Gelora ramai-ramai keluar dari PKS," kata Hendri Satrio.
    4. Deddy Mizwar gabung Partai Gelora
    Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar berpose saat ditemui di acara Silaturahmi Nasional Partai Gelora di Jakarta, Sabtu (9/11/2019). Tribunnews/Irwan Rismawan
    Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar berpose saat ditemui di acara Silaturahmi Nasional Partai Gelora di Jakarta, Sabtu (9/11/2019). Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)
    Deddy Mizwar memutuskan keluar dari Partai Demokrat dan bergabung dengan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.
    Deddy mengungkapkan sejumlah alasan mengenai begabung dirinya dengan Partai Gelora, di antaranya ingin memberikan kontribusi dalam menghadapi perubahan.
    Selain itu, Deddy juga sudah terlibat sejak awal merencanakan pendirian Partai Gelorabersama Fahri Hamzah dan Anis Matta.
    "Jadi punya harapan besar kedepan. Karena mereka (Gelora) bisa melihat perubahan yang terjadi di masyarakat," katanya, Jumat (8/11/2019) saat dihubungi Tribunnews.com.
    Ia juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan para pendiri partai sejak berdirinya Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang menjadi cikal bakal berdirinya Partai Gelora.
    "Ya sama pak Anis, sama pak Fahri. Ya sebelum partai, saat masih Garbi kita sudah bicara. Mulai dari Garbi kita sudah bertemu," lanjut Deddy.
    5. Susunan pengurus Partai Gelora
    Para inisiator Partai Gelora Indonesia dari kiri ke kanan Mahfudz Siddiq, Fahri Hamzah, dan Anis Matta saat menghadiri perkenalan partai baru tersebut di Jakarta, Minggu (10/11/2019). Partai Gelora Indonesia yang akan diketuai oleh Anis Matta tersebut menargetkan deklarasi resmi Partai Gelora Indonesia akan berlangsung pada awal Bulan Januari 2020, usai merampungkan dokumen pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum dan HAM. TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
    Para inisiator Partai Gelora Indonesia dari kiri ke kanan Mahfudz Siddiq, Fahri Hamzah, dan Anis Matta saat menghadiri perkenalan partai baru tersebut di Jakarta, Minggu (10/11/2019). Partai Gelora Indonesia yang akan diketuai oleh Anis Matta tersebut menargetkan deklarasi resmi Partai Gelora Indonesia akan berlangsung pada awal Bulan Januari 2020, usai merampungkan dokumen pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum dan HAM. TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA (TRIBUN/ILHAM RIAN PRATAMA)
    Tepat di Hari Pahlawan, susunan pengurus Partai Gelora terbentuk.
    Nama seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Sidik bertengger di jajaran elite partai.
    Kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) dan Ketua Bidang Pengembangan Wilayah Partai Gelora terbentuk bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2019.
    Salah satu inisiator Partai GeloraFahri Hamzah berharap, Januari 2020 seluruh dokumen dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengesahkan syarat administrasi partai.
    "Kami berharap Januari seluruh dokumen dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan bahwa Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora Indonesia ini sudah sah menjadi peserta pemilu," ucap Fahri di acara syukuran Partai Gelora Indonesia, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).
    Berikut susunan kepengurusan Partai Gelora Indonesia:
    DPN (Dewan Pimpinan Nasional):
    Ketum: M Anis Matta
    Waketum: Fahri Hamzah
    Sekjen: Mahfudz Sidik
    Bendum: Ahmad Riyaldi
    Ketua Bidang Pengembangan Wilayah:
    1. Sumatera (M Syahfan)
    2. Jabar, DKI, Banten (Ahmad Zairofi)
    3. Jateng, DIY, Jatim (Ahmad Zainudin)
    4. Kalimantan, Bali Nusra (Rofi Munawar)
    5. Sulawesi Indonesia Timur (A Faradise)

    SUMBER : TRIBUNNEWS.COM
    OLEH : REDAKSI JAGUARNEWS77
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini