• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    DIPANGGIL CAMAT, KADES YANG DIDUGA HAMILI PEREMPUAN MUDA NGAKU " MALU ".

    11/09/19, 19:06 WIB Last Updated 2019-09-11T12:06:09Z


    Dipanggil Camat, Kades yang Dituduh Hamili Perempuan Muda Ngaku MaluKorban melapor ke polisi/Foto file: Muhajir Arifin
    JAGUAR NEWS 77 # Pasuruan Kades BS dilaporkan perempuan asal Blitar, KA (18) ke polisi. KA mengaku dihamili saat diajak berhubungan badan dengan BS di salah satu vila Tretes, Prigen, 23 Agustus 2019 lalu.

    Pihak Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan sudah memanggil Kades BS yang dituduh menghamili seorang pekerja salon asal Blitar itu. Kades BS mengaku malu dan hancur.

    "Kami sudah lakukan pemanggilan. Yang bersangkutan mengaku malu pada keluarga dan warga. Dia bilang sudah hancur-hancuran kalau sudah begini. Kami katakan ya sudah risiko. Konsekuensi harus ditanggung," kata Camat Sukorejo Diano Vela Fery Santoso, Rabu (11/9/2019).


    Camat pun meminta Kades BS siap mengadapi konsekuensi perbuatannya. Menurutnya, dalam kasus BS, sanksi moral dari masyarakat bisa sangat berat.

    "Kewenangan kami hanya melakukan pembinaan. Dan sudah kami lakukan dengan memanggil yang bersangkutan. Kalau dari sisi pembinaan, sedang kita komunikasikan dengan BPD. BPD sebagai wakil warga, bisa saja merespons dengan teguran. Itu harus diterima," terangnya.

    Dalam kasus kesusilaan Kades BS, jelas dia, yang paling berat kemungkinan sanksi administrasi berupa peringatan. Untuk sampai pemberhentian prosesnya sangat panjang.

    "Sanksi administrasi berupa peringatan mungkin diberikan. Kalau kasus seperti itu sudah ada peringatan, kemudian tak melakukan lagi, ya sudah selesai," terangnya.

    Sanksi terhadap Kades BS lebih berat jika proses hukum berlanjut. Namun pihaknya tidak akan mencampuri ranah hukum.

    "Tapi kalau proses hukum, inkracht-nya seperti apa ya (sanksi) kita sesuaikan dengan regulasi nanti. Terkait proses hukum, kami tak mau berandai-andai," tandasnya.


    Dia pun berharap kejadian yang menimpa BS tak terulang di Sukorejo. Sebagai seorang pemimpin para kades harus memberikan tauladan pada warga.

    Perkenalan KS dan BS bermula dari pesan WhatsApp yang berlanjut dengan kopi darat, hingga akhirnya keduanya melakukan hubungan badan.

    Kades BS sudah membantah menjanjikan nikah siri. Ia juga mengaku tak pernah menjanjikan perhiasan. BS menyebut mem-booking KA seharga Rp 500 ribu, namun memberinya uang Rp 750 ribu.
    SUMBER : DETIKNEWS.COM
    OLEH : REDAKSI JAGUARNEWS77
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini