• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    PENYEBAB KEMATIANPASKIBRAKA DITEMUKAN, PENELUSURAN POLISI DIHENTIKAN

    14/08/19, 06:54 WIB Last Updated 2019-08-13T23:54:40Z


    Penyebab Kematian Paskibraka Ditemukan, Penelusuran Polisi DihentikanFoto: Suasana rumah duka Aurel (Dok. KPAI)
    JAGUAR NEWS 77 # Tangerang Selatan - Teka-teki soal penyebab kematian calon anggota Paskibraka Tangerang SelatanAurellia Qurata Aini (16) akhirnya terungkap. Polisi pun menghentikan proses penelusuran kasus ini. Kasus ini ditutup.

    Sebagaimana diketahui, Aurel meninggal pada Kamis (1/8) lalu. Sebelum meninggal, ia sempat curhat soal pelatihan saat pembekalan anggota Paskibraka kepada ibunda, Wahyuniarti.

    Wahyuniarti mengatakan anaknya sempat mengeluh soal latihan Paskibraka yang berat. Salah satunya soal kegiatan push-up dengan tangan dikepal sehingga mengakibatkan lebam.


    Orang tua tak ingin membawa kasus ini ke jalur hukum. Keluarga berharap kematian Aurel ini menjadi evaluasi dalam sistem pembekalan Paskibraka ke depan.

    "Sekali lagi karena dari awal kita tidak ingin melakukan menempuh jalur hukum, apalagi untuk masuk lagi ke ranah autopsi. Kita juga kan nggak mungkin mau menyakiti lagi jasad anak kami. Kami berusaha untuk ikhlas meski berat. Tapi kita ada catatan-catatan yang harus diubah di sistem pelatihan yang harus mereka lakukan," ujar ayahanda Aurel, Faried Abdurrahman, di rumah duka, Jalan Singosari Raya, Perumahan Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang, Jumat (2/8).

    Menanggapi kematian Aurel, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangerang Selatan menyebut pelatihan sudah sesuai standar dan prosedur serta adanya pendampingan pelatih baris berbaris dari TNI, dan Dispora. Untuk push up, merupakan hukuman bagi peserta yang melakukan kesalahan, namun tidak dilakukan setiap hari.


    Kendati tak dilaporkan, kasus ini mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi X DPR hingga tokoh pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto. Bahkan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany sampai meminta maaf langsung ke Wahyuniarti.

    Polisi pun bergerak untuk menyelidiki penyebab kematian Aurel. Penyidik Polres Metro Tangerang Selatan bahkan sampai menyelidiki buku harian milik Aurel. Pasalnya, sebelum meninggal, Aurellia terlihat terjatuh di dapur di rumahnya saat sedang ingin menulis buku hariannya.


    Selain itu, polisi juga telah memeriksa pelatih, teman, dan keluarga korban, yang totalnya sampai 30 saksi. Polisi pun akhirnya menemukan beberapa fakta.

    Berdasarkan pemeriksaan, polisi menyimpulkan tidak ada kekerasan fisik dalam kematian calon Paskibraka Tangerang Selatan, Aurellia Qurata Aini. Polisi menduga Aurel meninggal lantaran sakit saat mengikuti rangkaian pelatihan paskibraka.



    "Belum ditemukan penyebab pastinya, tapi berdasarkan keterangan orang tua korban maupun dari hasil keterangan dokter yang memeriksa. Penyebab pastinya kemungkinan besar karena sakit akibat akumulasi kegiatan yang bersangkutan dalam menghadapi pelatihan Paskibra ini," jelas Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan saat jumpa pers di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Tangsel, Selasa (13/8/2019).

    Ferdi menilai Aurellia sangat bersemangat mengikuti pelatihan Paskibraka sehingga tidak memperhatikan kondisi fisiknya.

    "Tapi karena semangat korban untuk melakukan kegiatan, hal tersebut tidak dirasa dan tidak mau disampaikan kepada orang tuanya. Akumulasi inilah yang kemudian menyebabkan pada hari kejadian yang bersangkutan terjatuh dan meninggal dunia," sambungnya.

    Sementara polisi juga tidak bisa mendalami penyebab kematian korban dari keterangan rumah sakit. Sebab, korban datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal dunia, sementara orang tua juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

    "Terhadap sakit sampai dengan meninggalnya Aurellia, dari keterangan keterangan orang tua almarhumah dan orang yang memandikan jenazah termasuk dokter dan perawat yang menangani pertama sekali, keterangan yang mereka berikan sama, bahwa tidak ada bekas bekas kekerasan yang nampak dari tubuh almarhum," lanjutnya.


    Dengan adanya kesimpulan ini, Polres Tangsel akhirnya menyatakan penyelidikan kasus tersebut dihentikan. Kasus Aurel ditutup.

    "Case closed," kata Ferdi saat dihubungi detikcom.

    Polisi memberi beberapa rekomendasi kepada Pemkot Tangsel terkait pembinaan calon anggota Paskibraka ke depan. Ferdi Irawan membuat sejumlah catatan terkait peristiwa ini, salah satunya terkait pelatihan Paskibra yang dinilai perlu dievaluasi.

    "Barangkali yang perlu diperbaiki, yang sifatnya pembinaan oleh senior PPI, yang dirasa berlebihan untuk meningkatkan disiplin para siswa ini, ini yang perlu kita perbaiki. Mungkin tidak perlu ada lagi sikap push-up yang membuat tangan hitam," kata Ferdi.

    Untuk diketahui, di tangan Aurel terdapat bekas hitam. Bekas hitam ini, menurut Ferdi, adalah bekas pembinaan disiplin berupa push-up. Berdasarkan keterangan para peserta latihan Paskibra, mereka mendapatkan pelatihan dan pembinaan yang cukup berat. Hal ini juga menjadi perhatian polisi agar ke depan pelatihan yang memberatkan para siswa untuk diubah. Meski pelatihan bukan menjadi hal yang mengakibatkan korban meninggal, Ferdi menyarankan adanya evaluasi dalam pola pembinaan calon anggota Paskibraka.


    Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany meminta maaf kepada orang tua atas meninggalnya calon Paskibraka Tangerang Selatan, Aurellia Qurata Aini. Dia berjanji kejadian serupa tak akan terulang lagi.

    "Saya atas nama pribadi dan pemerintah kota memohon maaf kepada Pak Faried dan Bu Sri Wahyuniarti, ini kejadian yang besar bagi keluarga, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan kekuatan untuk bisa menjalankan ini dan saya berjanji kepada diri saya, bersama-sama Pak Faried dan Bu Sri Wahyuniarti sebagai orang tua dari almarhumah Aurel berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini," kata Airin di lokasi yang sama.

    Tim ini akan melakukan evaluasi terkait kegiatan pelatihan yang dilakukan para calon paskibra. Evaluasi juga dilakukan terkait hukuman-hukuman yang diberikan kepada para calon paskibraka.

    "Ini yang kita terus evaluasi. Selesai kejadian almarhumah Aurel, saya sudah minta Kapolres untuk dilakukan penyelidikan, memastikan apa penyebabnya. Saya meminta Pak Wakil Wali Kota untuk melakukan evaluasi. Inspektorat turun memeriksa Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga)," kata dia.
    SUMBER : DETIKNEWS.COM
    OLEH : M ALVIYAN
                 KETUA KORWIL DKI JAKARTA
                 JAGUARNEWS77
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini