JAGUAR NEWS 77 # JAKARTA -- Ingat kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin?
Ya, Mirna Salihin meninggal dunia setelah reuni bersama teman lamanya, Jessica Kumala Wongso.
Mirna dan Jessica bertemu di salah satu gerai kopi di Jakarta Pusat pada 2016 silam.
Mirna dikabarkan memesan es kopi yang telah dibubuhi sianida untuk meracuni dan menghilangkan nyawa Mirna.
Padahal seperti yang kita ketahui, penggunaan sianida pada makanan itu tidak diperbolehkan.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sianida adalah zat kimia yang bekerja dengan cepat dan berpotensi mematikan yang dapat ada dalam berbagai bentuk.
Sianida kadang-kadang memiliki bau seperti almond pahit, tetapi tidak selalu mengeluarkan bau, dan tidak semua orang dapat mendeteksi bau ini.
Hal inilah yang membuat Mirna Salihin tak curiga bahwa minumannya sudah bercampur sianida.
Namun, beberapa waktu lalu sempat heboh pemberitaan mengenai sosok pria yang menjadi suami Mirna Salihin muncul kembali di media sosial.
Arief Soemarko merupakan suami korban kopi sianida, Wayan Mirna Salihin.
Mirna Salihin dan Arief Soemarko menikah pada November 2015 setelah 10 tahun berpacaran.
Kebahagiaan yang sedang dirasakan keduanya harus terenggut akibat kematian sang istri, Mirna Salihin.
Seperti yang santer terdengar, semenjak kematian Mirna, Arief Soemarko nampak hilang tak tahu kemana.
Pria berkacamata tersebut sepertinya memang bukan tipe orang yang suka menggunakan sosial media.
Tapi Arief diketahui mempunyai jejaring sosial Facebook dengan nama Arief Sumarko.
Dari segi penampilan, Arief tidak banyak berubah. Ia masih berkacamata dan berambut cepak, tubuhnya juga masih terlihat tak banyak berubah seperti dulu.
Ia terlihat berada di atas sebuah perahu dan memperlihatkan pemandangan pemukiman di atas sungai.
Dengan pakai kaus bergambar singa, ia tersenyum ke arah kamera. Terakhir kali Arief mengunggah foto adalah sekitar bulan Juli 2017 lalu.
Facebook.com (Arief Soemarko)
Kabar suami Wayan Mirna Salihin pasca istrinya tewas keracunan kopi oleh Jessica Wongso
Tapi tampaknya akun tersebut bukanlah milik Arief.
Karena akun instagram tersebut baru dibuat setelah kasus Jessica dan Mirna terjadi.
Yang jelas, kemunculan foto Arief ini membuat publik kembali teringat tentang penyebab kematian Mirsa Salihin.
Nampaknya bukan hanya sianida saja, ada faktor lain yang memicu kematian istri Arief Soemarko ini.
Pemicu kematian Mirna ini merupakan salah satu minuman favorit kebanyakan orang, kopi.
Ternyata kopi yang tinggi kafein ini dapat menyebabkan seperti yang dialami Mirna Salihin.
Biasanya kandungan kafein dalam segelas kopi berkisar 100 hingga 200 mg, hal ini menyebabkan menjadikan kopi sebagai minuman paling tinggi kandungan kafeinnya dibanding minuman berenergi, dan minuman bersoda.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa efek toksisitas kafein yang lebih parah termasuk sakit perut, kejang, peningkatan kadar asam darah, detak jantung tidak teratur atau cepat, dan berkurangnya aliran darah ke jantung.
Semua tanda tersebut dapat mengarah pada kematian, namun jarang.
Namun tak dapat dipungkiri, kopi kaya kafein ini dapat memicu kematian Mirna Salihin.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scintific Reports, jika kandungan kafein dalam kopi bertemu dengan natrium (senyawa dalam sianida) akan menyebabkan peningkatan tekanan darah atau hipertensi.
Hasil penelitian tersebut menggunakan tikus sebagai bahan uji cobanya menunjukkan, dalam 10 detik hingga 30 menit, tikus yang diberi ramuan kafein dan natrium ini mengalami peningkatan tekanan darah secara drastis.
Sejalan dengan hasil penelitian dari Sapienza University of Rome, Itali, jika kadar kafein 15 mg/L atau lebih tinggi, dapat menyebabkan keracunan, kejang, aritmia jantung (detak jantung meningkat), dan tak jarang menyebabkan kematian.
Perubahan sikap Jessica
Setelah divonis 20 tahun penjara atas kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica lebih sering berdiam diri di dalam kamar selnya.
"Jessica belakangan ini setelah sidang putusannya jadi lebih banyak di kamar aja," kata Ika Yusanti, Kepala Rutan Pondok Bambu saat itu, saat dihubungi, Sabtu (19/11/2016).
Petugas lapas pun tidak tahu pasti apa yang menyebabkan Jessica Kumala Wongso berubah.
"Mungkin merenung atau berdoanya sekarang di kamar. Jess (Jessica Kumala Wongso) keluar kamar kalau dibesuk sama orangtuanya aja," kata dia.
Jessica Kumala Wongso kembali menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan kesaksian di PN Jakarta Pusat, kamis (28/7/2016). Sidang kasus kopi beracun tersebut masih mendengarkan kesaksian pegawai cafe Olivier. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Sebelumnya, Jessica Kumala Wongso, terbilang rajin bersembahyang di vihara sejak awal masuk ke Rutan Pondok Bambu pada 27 Mei 2016.
Jessica Kumala Wongso hampir setiap pagi dan siang hari bersembahyang di vihara jelang sidang pembacaan putusannya pada 27 Oktober 2016.
Bahkan, ia mengajak ibunda dan pamannya untuk bersembahyang bersama di vihara rutan sehari sebelum sidang vonis kasusnya.
Jessica sempat menyatakan kepada ibunda dan penasihat hukumnya, dirinya yakin akan divonis bebas.
Namun, takdir berkata lain.
Sebab, majelis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 27 Oktober 2016 memutus Jessica terbukti bersalah atas pembunuhan berencana terhadap sahabatnya,Wayan Mirna Salihin.
SUMBER : TRIBUNSUMSEL.COM
OLEH : REDAKSI JAGUARNEWS77