• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    RUMAH SAKIT SE- JAKARTA PUSAT SIAP KEMBANGKAN FITUR SIDIK JARI

    19/07/19, 09:46 WIB Last Updated 2019-07-19T02:50:48Z



    JAGUAR NEWS 77 # Jakarta - Untuk meningkatkan mutu akses layanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, saat ini BPJS Kesehatan terus berupaya untuk mengembangkan penerapan teknologi yang ada. Salah satunya yaitu pengembangan fitur sidik jari pada pelayanan rujukan peserta JKN-KIS.

    Hal ini disampaikan pada pertemuan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat dengan perwakilan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerja sama.

    “Fitur sidik jari sebenarnya telah diimplementasikan di FKRTL sejak tahun 2018 namun hanya untuk pelayanan hemodialisa. Kini BPJS Kesehatan terus berupaya untuk memaksimalkan penerapan teknologi tersebut untuk pelayanan kesehatan lainnya, dan di harapkan FKRTL dapat mendukung penerapan teknologi ini demi memudahkan peserta JKN-KIS mendapatkan pelayanan yang terbaik,” ungkap Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Jakarta Pusat Gregorius Virgianto Arpuji Putro.

    Melalui dukungan otentifikasi fitur sidik jari, kata Gregorius, eligibilitas peserta yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan perlu dipastikan untuk mencegah penggunaan hak jaminan kesehatan oleh orang yang tidak berhak. Sehingga hal ini dapat meminimalisir indikasi kecurangan klaim seperti pasien dengan jadwal rutin batal berobat ditagihkan, penagihan Pelayanan setelah pasien meninggal, pasien tidak dibawa ditagihkan, dan penyalahgunaan kartu oleh peserta.

    Gregorius lebih lanjut mengungkapkan,1 rencananya otentifikasi penjaminan pelayanan ini akan dikembangkan secara bertahap dan direncanakan telah terimplementasi untuk semua jenis pelayanan di fasilitas kesehatan rujukan pada tahun 2019.

    "Tahap pertama yaitu untuk pelayanan RJTL seperti Instalasi Rehabilitas Medik (IRM), mata dan jantung. Tahap kedua yaitu untuk seluruh pelayanan rawat inap. Tahap ketiga yaitu untuk pelayanan RJTL seperti penyakit dalam, anak, bedah, dan Obstetri Ginekologi (OBG). Tahap keempat atau terakhir yaitu seluruh pelayanan rawat jalan,"paparnya.o

    Gregorius menambahkan bahwa proses pengembangan pengecekan eligibilitas peserta melalui fitur sidik jari dapat dilaksanakan dengan menyesuaikan pelayanan di rumah sakit seperti loket rawat jalan dan atau rawat inap terpusat, loket rawat jalan dan rawat inap pada masing-masing poliklinik, anjungan mandiri rawat jalan yang telah menggunakan alat fingerprint serta pengecekan eligibilitas peserta mobile dengan menggunakan laptop, tablet, dan lain sebagainya.

    “Dengan adanya implementasi perekaman sidik jari ini tentunya kami sebagai faskes yang telah bekerjasama akan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.” ungkap Silvi, salah satu PIC rumah sakit yang hadir.

    Silvi berharap dengan adanya sistem ini dapat memberikan kemudahan untuk peserta JKN-KIS. Dirinya selalu akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh pasien di rumah sakit.(IRV)
    SUMBER : RRI.CO.ID
    OLEH : WAHYU P
                 (KABIRO JAKUT JAGUARNEWS77)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini