• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    KOMISARIS KRAKATAU STEEL MUNDUR KARENA PROYEK RP 10 TRILIUN, INI KATA KEMENTERIAN BUMN

    26/07/19, 01:20 WIB Last Updated 2019-07-25T18:20:41Z


    Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan penundaan kenaikan harga BBM premium di sela acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
    JAGUAR NEWS 77 # JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) menanggapi pengunduran diri KomisarisIndependen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Roy Maningkas.

    Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, pengunduran diri Roy akan diselesaikan sesuai mekanisme perusahaan.

    "Kan sesuai anggaran dasar, dan itu terbuka. Jadi nanti harusnya kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Nanti RUPS yang akan sampaikan," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/7/2019).


    Terkait dissenting opinion atau perbedaan pendapat yang dilayangkan Roy terkait proyekBlast Furnace bernilai Rp 10 triliun, Fajar enggan menanggapinya.

    Ia justru mempersilakan media untuk menanyakan hal tersebut secara langsung kepada Roy.

    Adapun saat ditanya ihwal orang yang akan menggantikan Roy sebagai Komisaris Independen Krakatau Steel, Fajar menjawab pihaknya belum sampai ke tahap itu.
    Sebab kata dia, surat permohonan pengunduran diri Roy belum lama disampaikan ke Kementerian BUMN.



    Ilustrasi: Pegawai Krakatau Steel memantau pembuatan lembaran baja panas di Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2015). KOMPAS/DWI BAYU RADIUS

    Ilustrasi: Pegawai Krakatau Steel memantau pembuatan lembaran baja panas di Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2015).

    Sebelumnya, Roy mengajukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatan Komisaris Independen kepada Kementerian BUMN.

    Hal itu dilakukan Roy seiring dengan dissenting opinion atau perbedaan pendapat terkait proyek Blast Furnace yang bernilai 714 juta miliar dollar AS atau Rp 10 triliun.

    Roy tidak setuju dengan pengoperasian Project Blast Furnace Krakatau Steel karena terkesan dipaksakan. Padahal, proyek Rp 10 triliun itu dinilai belum siap.

    Rencananya, Blast Furnace hanya akan dioperasikan untuk dua bulan dan kemudian akan dimatikan kembali karena Krakatau Steel kekurangan bahan baku. Padahal di dalam kontrak, uji coba perlu dilakukan hingga 6 bulan.

    "Bayangkan Rp 10 triliun hanya untuk 2 bulan. Katanya agar tidak jadi temuan BPK," kata dia.

    SUMBER : KOMPAS.COM
    OLEH : REDAKSI JAGUARNEWS77
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini