Jaguar News 77 # Banten -Sebanyak 340 desa di Kabupaten Lebak tahun ini sudah menerima bantuan keuangan Provinsi Banten berupa Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 50 Juta per desa.

ADD senilai Rp 17 miliar tersebut dialokasikan untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), Anggaran Pendapatan Belanja Desa (PBDes), rapat-rapat, penguatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan kegiatan penguatan Karang Taruna serta kegiatan posyandu.

“Dana tersebut dibagikan secara langsung oleh Pemprov Banten melalui rekening masing-masing desa yang nilainya Rp 50 Juta,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lebak, Endang Subrata saat dihubungi melalui handphonenya, Jumat (14/6).


Sebelumnya Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumi, kata dia, sudah menyampaikan jika Pemprov Banten akan menganggarkan ADD Rp 17 miliar untuk 340 desa di Kabupaten Lebak dengan masing-masing desa mendapatkan bantuan Rp 50 juta.

“Yaitu untuk melengkapi kebutuhan pembangunan di desa, baik insfratruktur maupun penguatan ekonomi, seperti RPJMDes, RKPDes dan PBDes,” kata Endang  menyampaian ucapan wagub.

Selain itu ia, bantuan tersebut merupakan upaya Pemprov Banten dalam mendukung percepatan pembangunan. “Intinya bantuan tersebut boleh digunakan sesuai kebutuhan masing-masing desa,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Apdesi Lebak, Darmawan sangat mendukung bentuk kepedulian Pemprov Banten dalam membantu percepatan pembangunan di desa melalui bantuan ADD.

“Selain itu kami minta ke depannya pemprov bukan hanya memberikan bantuan ADD. Tetapi membantu dari segi operasional desa. Jadi bukan hanya insfratruktur, honor untuk staf desa juga tolong diperhatikan,” ujar Kepala Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar tersebut.

Senada disampaikan Kepala Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Aat Suangsih. Pihaknya sangat terbantu dengan adanya bantuan ADD dari Pemprov Banten. Karena sudah beberapa tahun menjabat kepala desa, desanya jarang mendapatkan bantuan dari Pemkab Lebak.

“Saya hanya mendapatkan bantuan yang kebanyakan dari pemprov, sedangkan bantuan dari pemkab sangat sulit didapat,” kata Aat.

Mengenai bantuan dari Pemkab Lebak, kata dia, untuk bantuan seperti MCK, irigasi, dan kebutuhan desa yang tidak tercover sangat sulit didapat.

“Kalau dari pemprov saya akui, salah satunya listrik masuk desa atau lisdes dan beberapa bantuan lainnya,” pungkasnya. [CR-1/RIE

Sumber : rakyatmerdeka.co.id